BeritaEkonomi

Kabid Perdagangan DKUPP Sumenep Belum Menemukan Penyebab Harga Telur Turun Drastis

Avatar
32
×

Kabid Perdagangan DKUPP Sumenep Belum Menemukan Penyebab Harga Telur Turun Drastis

Sebarkan artikel ini
Kabid Perdagangan DKUPP Sumenep: Penyebabnya Anjloknya Harga Telur Belum Bisa Disimpulkan
Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Sumenep, Idham Halil.

Mediapribumi.id, Sumenep — Seorang peternak ayam petelur asal Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Moh. Faiq mengeluhkan anjloknya harga telur belakangan.

Menurutnya, meskipun pemerintah pusat sudah menerbitkan surat edaran terkait harga telur, namun hal itu tidak berdampak terhadap harga penjualan khususnya di peternak yang ia alami.

“Buktinya, meskipun sudah ada surat edaran yang kami hadapi sendiri malah harganya anjlok saat ini,” katanya.

Ia menilai pemerintah tidak mampu mengatasi masalah ini melainkan hanya bisa membuat kebijakan di atas kertas.

Tak hanya soal harga penjualan yang anjlok, ia juga menyoroti melonjaknya harga pakan ayam pada saat bersamaan. Situasi ini menjepit para peternak.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep, Idham Halil mengaku sudah melakukan survei di pasar tradisonal bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Hasilnya, memang benar saat ini telur mengalami penurunan.

“Setelah kami melakukan pengecekan langsung memang harga turun dari sekitar Rp30 ribu menjadi Rp25 ribu,” tuturnya, Jumat (16/06/2026).

Terkait dengan penyebabnya, Idham mengaku belum bisa menyimpulkan karena telur ini tidak ada wkatu panen tertentu, dan peternak terus memproduksi.

Ia melanjutkan, jika dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sedang libur, penurunan harga ini bahkan terjadi sebelum libur.

Kendati demikian, kenaikan telur ini tidak sampai menyebabkan kepanikan di masyarakat khususnya para konsumen, karena meskipun termasuk kebutuhan pokok masyarakat bisa mengganti dengan lauk yang lain.

“Yang signifikan dampaknya dan bisa menyebabkan kepanikan di masyarakat jika yang naik harga beras. Komoditas kebutuhan lain stabil,” tuturnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep