Mediapribumi.id, Sumenep — Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Batang-Batang Daya, menuai keluhan dari sejumlah siswa penerima manfaat. Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan adanya ketidaksamaan jenis buah pisang yang dibagikan pada Selasa (05/05/2026).
Menurutnya, dalam satu paket menu MBG, terdapat pisang dengan ukuran yang berbeda-beda, mulai dari yang kecil hingga besar. Kondisi tersebut memicu pertanyaan dari para siswa terkait keseragaman porsi yang diterima.
“Anak-anak mempertanyakan kenapa ukuran pisangnya tidak sama, ada yang kecil dan ada yang besar,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Sumenep Batang-Batang Daya, Zainuddin, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa perbedaan tersebut terjadi akibat keterbatasan stok pisang dengan jenis yang sama.
“Secara juknis, buah sudah sesuai. Namun karena ketersediaan stok terbatas, kami menggunakan alternatif dengan jenis pisang yang berbeda untuk mencukupi kebutuhan,” jelasnya.
Zainuddin menambahkan, variasi jenis pisang yang digunakan, seperti pisang emas dan jenis lainnya, memang memiliki ukuran yang berbeda secara alami. Meski demikian, ia memastikan bahwa kandungan gizi tetap diperhatikan dan telah disesuaikan berdasarkan rekomendasi ahli gizi.
“Yang berbeda hanya jenisnya, sehingga ukurannya juga tidak sama. Tetapi dari sisi nilai gizi tetap kami perhatikan. Beberapa pisang yang terlalu kecil juga sudah diganti,” imbuhnya.
Pihak SPPG memastikan akan terus melakukan evaluasi agar distribusi menu MBG ke depan dapat lebih merata dan sesuai harapan para penerima manfaat.













