Berita

Hairul Anwar Dukung Riset Banjir BRIDA–ITS: Langkah Nyata Atasi Persoalan Tahunan di Sumenep

Avatar
211
×

Hairul Anwar Dukung Riset Banjir BRIDA–ITS: Langkah Nyata Atasi Persoalan Tahunan di Sumenep

Sebarkan artikel ini
Hairul Anwar Dukung Riset Banjir BRIDA–ITS: Langkah Nyata Atasi Persoalan Tahunan di Sumenep
Hairul Anwar, Komisi I DPRD Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan riset banjir yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sumenep bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Menurut Hairul, riset tersebut merupakan langkah penting dan strategis untuk menjawab pertanyaan mendasar mengenai penyebab banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Sumenep setiap tahun.

“Inisiatif ini sangat penting untuk menjawab pertanyaan mendasar, yakni apa sebenarnya penyebab banjir di Sumenep,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Ia menegaskan, persoalan banjir di Sumenep bersifat kompleks dan sudah berlangsung sejak masa kolonial. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar penelitian yang dilakukan dapat menghasilkan temuan yang komprehensif dan dapat diimplementasikan secara nyata.

“Masalah banjir di Sumenep cukup kompleks dan sudah terjadi sejak masa kolonial. Maka, pengumpulan data secara menyeluruh sangat dibutuhkan untuk menemukan akar persoalan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Hairul berharap hasil riset tersebut tidak hanya berhenti pada kajian akademik, tetapi dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan dan rekomendasi penanganan banjir yang berkelanjutan.

“Langkah ini merupakan solusi konkret untuk mengakhiri persoalan banjir tahunan agar tidak lagi menjadi momok bagi masyarakat Sumenep dan generasi mendatang,” tambahnya.

Sebelumnya, BRIDA Sumenep bekerja sama dengan tim peneliti ITS Surabaya melaksanakan riset komprehensif terkait banjir perkotaan di Kabupaten Sumenep. Penelitian yang dipimpin oleh Ardy Maulidy Navastara, S.T., M.T. ini berlangsung selama 90 hari, hingga akhir November 2025.

Riset tersebut difokuskan pada lima kawasan rawan genangan di wilayah Sumenep, meliputi Perumahan BSA, Perumahan Satelit, serta kawasan Jalan Sumoharjo, Agus Salim, Trunojoyo, Dr. Cipto, dan Didik Setia Budi. Selain itu, penelitian juga dilakukan di Desa Patean (Kecamatan Batuan), Desa Nambakor dan Desa Muangan (Kecamatan Saronggi), serta Desa Sendir (Kecamatan Lenteng).

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep