BeritaPemerintahan

Gebrakan Baru DKPP Sumenep: Teknologi Jepang “Machida” Buka Era Baru Pertanian Cerdas

Avatar
588
×

Gebrakan Baru DKPP Sumenep: Teknologi Jepang “Machida” Buka Era Baru Pertanian Cerdas

Sebarkan artikel ini
Gebrakan Baru DKPP Sumenep: Teknologi Jepang “Machida” Buka Era Baru Pertanian Cerdas
Kunjungan kepala DKPP Sumenep di budidaya melon berbasis hidroponik.

Mediapribumi.id, Sumenep — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep kembali mencuri perhatian. Di bawah komando Chainur Rasyid, DKPP resmi mengadopsi sistem budidaya melon berbasis hidroponik asal Jepang, yang dikenal dengan nama Sistem Machida.

Bukan sekadar inovasi, Machida hadir sebagai simbol lompatan besar dunia pertanian lokal. Dengan teknologi sirkulasi air dan nutrisi tertutup, sistem ini mampu menghasilkan melon berkelas premium dengan tingkat kemanisan tinggi—lebih efisien, lebih bersih, dan jauh lebih modern.

“Ini bukan eksperimen iseng. Ini adalah langkah strategis menuju pertanian masa depan. Kita tidak bisa lagi terpaku pada pola tanam konvensional,” tegas Chainur saat meninjau langsung uji coba Machida di lahan milik Halik, petani muda dari Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Kamis (17/07/2025).

Lebih dari sekadar teknologi, Machida juga mengubah cara pandang petani. Chainur menyebut bahwa kunci kemajuan ada pada kesiapan mental petani untuk menerima inovasi.

“Ini soal mindset. Kita belajar dari negara-negara maju seperti Jepang. Inovasi bukan hanya alat canggih, tapi cara berpikir yang terus berkembang,” ujarnya.

DKPP Sumenep sendiri bukan pemain baru dalam modernisasi pertanian. Sebelumnya, sudah hadir sejumlah terobosan seperti aplikasi Silang Tani, platform E-Pindah, serta pemanfaatan drone untuk pemetaan lahan dan penyemprotan tanaman. Kini, Sistem Machida menjadi bagian penting dari mozaik inovasi yang terus dikembangkan.

Yang menarik, DKPP tak berhenti pada uji coba. Rencana besar sedang disiapkan: Machida akan dijadikan model percontohan yang bisa direplikasi di kecamatan lain.

“Visi kita jelas: pertanian yang produktif, cerdas, dan berkelanjutan. Ini bukan cuma soal melon, tapi masa depan pertanian Sumenep,” kata Chainur penuh optimisme.

Petani lokal pun mulai menunjukkan respons positif. Semangat mereka dianggap sebagai modal utama untuk bersaing, bahkan dengan petani di pusat-pusat pertanian modern.

“Petani Sumenep tidak kalah. Asal diberi akses teknologi dan pendampingan, mereka bisa jadi pionir,” tambahnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep