Mediapribumi.id, Sumenep – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sumenep terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat untuk penyediaan air minum.
Terkait tersendatnya distribusi air khususnya ke Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget yang belakangan terjadi pada akhir Bulan Januari 2026 kini sudah mulai dinormalisasi.
Direktur Utama PDAM Sumenep, Febmi Noerdiansyah menjelaskan, beberapa waktu terakhir memang ada gangguan pendistribusian air ke Pinggir Papas. Setelah dilakukan evaluasi di Telaga Kermata yang menjadi sumber air PDAM tersebut ternyata tidak ditemukan masalah.
Ketika dicari maslahnya lebih lanjut, hal itu disebabkan listrik PLN sering mati sebelumnya akibat angin kencang dan sebagainya. Pihaknya secara teknis sudah memiliki Generator Set (Genset) sebagai pembangkit listrik alternatif ketika listrik PLN mati.
Namun, ketika memakai genset tersebut ternyata debit airnya lebih kecil sekitar 50% dengan perbandingan ketika memakai PLN sebesar 30 liter perdetik dan ketika memakai genset sebanyak 18 liter perdetik.
“Setelah dievaluasi lagi, dengan debit air yang semakin kecil menyebabkan aliran juga kecil, sehingga pipa berisi udara,” katanya saat dikonfirmasi di Kantornya. Rabu (11/02/2026).
Menurutnya, ketika pipa itu terisi udara akan mengganggu saluran air, untuk menormalisasi harus membuang udara terlebih dahulu.
“Saat ini untuk di Desa Pinggir Papas sudah dilakukan normalisasi, memang tidak bisa langsung selesai dalam satu waktu karena masih membutuhkan proses,” imbuhnya.
Untuk mempebaiki proses pendistribusian tersebut, PDAM Sumenep sudah bekerjasama dengan PDAM Surabaya untuk melakuan penelitian terhadap kondisi sumber air dan seluruh perangkat teknisnya.
Hal ini untuk mengecek dan mencari permasalahannya. Termasuk akan mengecek pipa besar, mengingat peralatan yang dimiliki oleh PDAM saat ini sudah lama bahkan ada yang tercatat tahun 1900.
“Nanti kalau ada peralatan yang bermasalah seperti bocor dan sebagainya akan kami lakukan peremajaan,” tandasnya.
Sebelumnya, salah satu masyarakat Desa Pinggir Papas, Farhan mengaku belakangan pendistribusian air debitnya kecil bahkan sering mati.
Menurutnya, hal ini cukup berdampak terhadap aktivitas keseharian warga seperti memasak, mencuci, hingga mandi, dan sebagainya.
“Kami harap, pihak PDAM untuk mengambil langkah cepat dan konkret untuk menormalisasi pendistribusian air ini,” tuturnya.













