Berita

Diduga Gagal Peras Oknum DPRD Sumenep, Lembaga Hukum Gagas Nusantara Gelar Demo

Avatar
1226
×

Diduga Gagal Peras Oknum DPRD Sumenep, Lembaga Hukum Gagas Nusantara Gelar Demo

Sebarkan artikel ini
Diduga Gagal Peras Oknum DPRD Sumenep, Lembaga Hukum Gagas Nusantara Gelar Demo
Sejumlah 7 orang Lembaga Hukum Gagas Nusantara Menggelar Aksi

Mediapribumi.id, Sumenep — Kabar Menggelikan, sebanyak 7 orang yang mengatasnamakan Lembaga Hukum Gagas Nusantara gelar Demonstrasi, didepan kantor PKB Sumenep, pada Senin (9/12/2024).

Informasi yang diterima media ini, aksi tersebut dilakukan, setelah diduga gagal melakukan pemerasan kepada oknum DPRD Sumenep.

Dugaan pemerasan itu, diungkap oleh aktivis LSM Sumenep Independen (SI), Sahrul Gunawan. Dalam keterangan pers yang disampaikan kepada media, dia menyebut aksi LSM Gagas Nusantara sebagai tindakan memalukan.

“Naif jadinya, minta uang tebusan gagal langsung gelar demonstrasi. LSM begini membuat citra kita semua hancur,” kata Sahrul, Senin (09/12/2024).

Disinggung soal besaran uang yang diminta, Sahrul, mengungkapkan, bahwa uang yang diminta nilainya diduga sampai Rp 50 juta, dengan imbal balik apa yang disebut sebagai foto syur oleh oknum DPRD diamankan dan tidak menggelar aksi demonstrasi.

Untuk meyakinkannya, Sahrul, menunjukkan bukti rekaman dari salah seorang berinisial OK, ia meyakini bahwa rekaman itu OK merupakan senior dari Direktur Lembaga Hukum Gagas Nusantara Hasyim Kafani.

“Ros, area nak kanakna minta saeket, hasil rembuk dari cakancana. Area ngantosa kaber sampe deggik malem, mun lakar iye deggik malem epaburunga sewanah pikap moso sewana sound system. Soalla mare ma deal polana, mon lakar iye epaburenga deggik malem. (Ros, ini anak-anaknya minta Rp 50 juta, hasil rembuk dari teman-temannya. Ini mau menunggu sampai nanti malam, kalau iya nanti malam digagalkan sewa pikap dan sewa sound system. Karena sudah mengedilkan, kalau memang iya akan digagalkan nanti malam, Red: Bahasa Madura)

Sahrul mengakui, pesan suara tersebut sudah berseliweran di aplikasi WA. Sehingga ketika LSM Gagas Nusantara menggelar aksi demonstrasi menjadi lucu dan geli.

“Jadi, karena tidak dapat uang lalu demo. Enak sekali cari uangnya dengan menakut-nakuti orang,” imbuhnya.

Ditanya perihal dugaan foto syur sebagaimana dimaksudkan LSM Gagas Nusantara, Sahrul, mempersilahkan jika memang ada bukti. Tetapi, bukti dimaksud harus diuji dulu, apakah benar syur dalam arti beradegan dewasa, atau sekedar foto dengan perempuan.

“Saya dengar fotonya ya cipika cipiki, ada yang pelukan, katanya ada ciuman. Selama itu milik pribadi, seharusnya bukan konsumsi publik. Apalagi, saya dengar foto dengan mantan istri sirinya, jadi sangat pribadi,” tandasnya.

Sebelumnya, Lembaga Hukum Gagas Nusantara, berkirim surat ke DPRD Sumenep dan DPC PKB Sumenep. Isinya, berkaitan pemberitahuan aksi hari ini. Mereka menuntut oknum DPRD diduga berfoto syur ditindak tegas.

Sebelum surat dimaksud sampai ke pihak terkait, sejumlah pihak mencoba mediasi. Namun, info yang diterima pihak oknum  Gagas Nusantara melalui OK, yang diyakini oknum pengacara mematok harga Rp 50 juta untuk foto syur dimaksud.

Media ini, berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut, namun korlap aksi, Taufikurahman, dari Lembaga Hukum Gagas Nusantara masih melangsungkan aksi.

Google News

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Santri