Mediapribumi.id, Sumenep — Bandara Pagerungan Besar di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, kembali mendapat apresiasi dari tenaga kesehatan setempat atas kontribusinya dalam membantu penanganan medis darurat di wilayah kepulauan.
Bandara yang dikelola oleh Kangean Energy Indonesia (KEI) dan berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia itu, dinilai menjadi fasilitas vital bagi masyarakat di pulau-pulau terluar Sumenep, khususnya Kepulauan Sapeken.
Bidan Koordinator (Bikor) Puskesmas Pagerungan Besar, Yuliani, mengungkapkan bahwa selama bertugas, ia beberapa kali menghadapi situasi gawat darurat yang memerlukan rujukan cepat ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Ia menceritakan, dalam berbagai kejadian medis yang membutuhkan rujukan, Bandara Pagerungan Besar menjadi solusi utama yang memungkinkan pasien mendapat penanganan cepat melalui jalur udara.
“Sepanjang saya menangani kasus darurat, keberadaan Bandara Pagerungan selalu menjadi jalan keluar. Rujukan pasien bisa dilakukan dengan cepat, dan itu sangat menentukan keselamatan mereka. Tanpa akses udara, kondisinya akan jauh lebih berisiko,” ujarnya. Minggu (30/11/2025).
Yuliani menegaskan, bahwa kondisi geografis Sapeken yang terdiri dari pulau-pulau kecil membuat jalur udara menjadi pilihan yang paling efektif untuk memindahkan pasien kritis.
“Kecepatan waktu tempuh dibanding transportasi laut menjadi faktor kunci yang sering kali menentukan nyawa. Kami bersyukur, kursi emergency juga selalu tersedia di pesawat,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap fasilitas kedaruratan pada penerbangan reguler tetap tersedia setiap saat. Menurutnya, kesiapsiagaan fasilitas medis, oksigen darurat, dan koordinasi cepat antara Puskesmas dengan pihak bandara sangat penting untuk memastikan proses rujukan berjalan lancar.
“Kami sangat berharap layanan darurat di penerbangan reguler selalu siaga. Warga Kepulauan Sapeken sangat bergantung pada transportasi udara ketika kondisi kritis terjadi,” tambahnya.
Dengan peran strategisnya, Bandara Pagerungan Besar tidak hanya menjadi fasilitas transportasi semata, tetapi telah menjadi infrastruktur penyelamat nyawa bagi masyarakat kepulauan.
“Kebermanfaatan ini diharapkan terus terjaga, bahkan semakin ditingkatkan demi mendukung kualitas layanan kesehatan di wilayah terpencil,” tukas Abd. Rahman, salah satu tokoh muda Pagerungan Besar.













