BeritaMigas

Update Harga LPG 3 Kg di Kepulauan Sumenep Tembus Rp33 Ribu

Avatar
26
×

Update Harga LPG 3 Kg di Kepulauan Sumenep Tembus Rp33 Ribu

Sebarkan artikel ini
Harga LPG 3 Kg di Kepulauan Sumenep Tembus Rp33 Ribu per Tabung
Ilustrasi Penjualan LPG 3 Kilogram

Mediapribumi.id, Sumenep — Perbedaan harga LPG subsidi 3 kilogram antara wilayah daratan dan kepulauan di Kabupaten Sumenep masih cukup mencolok. Jika di wilayah daratan gas melon dijual sekitar Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per tabung, maka di sejumlah kepulauan harganya bisa mencapai Rp28 ribu sampai Rp33 ribu.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh warga kepulauan, terutama di Kecamatan Masalembu. Salah seorang penjual LPG 3 kilogram, Aisiyah, mengaku pasokan gas bersubsidi dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan cukup drastis.

Biasanya ia menerima kiriman sekitar 40 hingga 50 tabung LPG. Namun dalam dua bulan terakhir jumlah pasokan yang diterima hanya berkisar 10 sampai 20 tabung.

“Harga jual kepada masyarakat saat ini berada di angka Rp30 ribu per tabung. Bahkan ada pengecer lain yang menjual hingga Rp32 ribu. Sementara harga yang diperoleh dari pangkalan sekitar Rp28 ribu per tabung,” katanya, Senin (11/05/2026).

Aisiyah mengaku belum mengetahui pasti penyebab berkurangnya distribusi LPG ke wilayah kepulauan. Selama ini keterlambatan pasokan umumnya dipicu cuaca buruk yang menghambat pelayaran kapal pengangkut. Namun saat ini aktivitas pelayaran menuju Masalembu disebut masih berjalan normal setiap pekan.

Sementara itu, warga Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Tamam menyampaikan bahwa ketersediaan LPG subsidi di wilayahnya masih relatif aman.

“Harga jual tetap lebih tinggi dibandingkan wilayah daratan, yakni berkisar Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per tabung,” tuturnya.

Sedangkan, di Kepulauan Sapeken, Aldy Wiranto, Wara Desa Tanjung Kiaok, Kecamatan Sapeken, mengaku saat ini untuk harga LPG masih relatif aman dan stabil meskipun lebih mahal dibandingkan daratan.

“Kalau harga seperti sebelumnya, yakni kisaran Rp29 ribu hingga Rp31 ribu,” ujarnya.

Kondisi berbeda disampaikan pemilik toko kelontong di Kecamatan Batang-Batang, Syaurur Rofi. Ia menuturkan distribusi LPG di daerahnya juga mengalami hambatan karena jumlah kiriman dari pangkalan menurun. Dalam sekali pengiriman, dirinya hanya memperoleh sekitar 15 hingga 20 tabung.

“Gas tersebut kami beli dari pangkalan dengan harga Rp18 ribu per tabung dan dijual kembali kepada konsumen seharga Rp22 ribu,” katanya.

Sementara, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menjelaskan bahwa perbedaan harga LPG subsidi antara daratan dan kepulauan memang tidak dapat dihindari.

Meski pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) di daratan sebesar Rp18 ribu per tabung, untuk wilayah kepulauan nominalnya menyesuaikan biaya distribusi dan kondisi geografis masing-masing daerah.

Ia menyebutkan, harga LPG subsidi di wilayah kepulauan saat ini berkisar antara Rp22 ribu hingga Rp26 ribu per tabung. Sedangkan harga tertinggi berada di Kecamatan Masalembu yang mencapai Rp28 ribu per tabung di tingkat distribusi tertentu.

Menurut Dadang, mahalnya harga LPG di kepulauan dipengaruhi jarak tempuh distribusi serta biaya tambahan pengangkutan menuju pulau-pulau terluar.

“Pemerintah daerah, telah melakukan pemantauan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), agen, hingga pangkalan untuk memastikan stok LPG subsidi tetap tersedia,” terangnya.

Hasil pemantauan menunjukkan pasokan LPG 3 kilogram di Kabupaten Sumenep masih dalam kondisi aman. Meski konsumsi masyarakat meningkat selama musim keberangkatan jemaah haji, ketersediaan stok disebut belum terganggu.

Dalam rantai distribusinya, LPG subsidi disalurkan dari SPBE ke agen dengan harga sekitar Rp14.700 per tabung. Selanjutnya agen mendistribusikan ke subagen seharga Rp16 ribu, sebelum akhirnya sampai ke pangkalan dengan harga Rp18 ribu per tabung.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep