BeritaPendidikan

Disdik Sumenep: Ayah Diajak Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Avatar
15
×

Disdik Sumenep: Ayah Diajak Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Sebarkan artikel ini
Ayah Diajak Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Iksan

Mediapribumi.id, Sumenep — Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, mendorong para ayah untuk turun tangan langsung mengantar anak-anak mereka pada hari pertama masuk sekolah.

Ajakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 26 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak. Hal tersebut disampaikan Iksan saat menghadiri forum wali murid siswa baru di SMP Negeri 1 Sumenep, Sabtu (11/07/2026).

Ia menilai keterlibatan sosok ayah pada momen krusial anak memasuki lingkungan sekolah baru berdampak besar terhadap kedekatan emosional dan semangat belajar anak.

Menurut Iksan, pembagian peran antara ayah dan ibu perlu disesuaikan khusus pada hari pertama sekolah. Ayah didorong menjadi pihak yang mengantar, sementara ibu memberikan dukungan dari rumah.

“Hari pertama sekolah kami berharap ayah hadir untuk anak. Bapak yang bertugas mengantar putra-putrinya ke sekolah, sementara ibu cukup mendampingi dari rumah. Ini bagian dari Gerakan Ayah Mendampingi Anak di Hari Pertama Sekolah dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-33,” katanya.

Iksan menegaskan, keterlibatan ayah semestinya tidak berhenti pada momen antar-jemput semata. Kehadiran sosok ayah dalam rutinitas keseharian anak, kata dia, turut membentuk karakter serta mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

“Bapak hadir untuk anak, menjadi teladan dengan mengajak anak dalam aktivitas sehari-hari, termasuk menjalankan hobi bersama. Kehadiran ayah sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak,” tegasnya.

Selain menggalakkan peran orang tua, Dinas Pendidikan Sumenep turut mewajibkan penggunaan bahasa Madura sepanjang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kebijakan ini menjadi bentuk penerapan Peraturan Bupati Sumenep Nomor 55 Tahun 2025 tentang pelestarian bahasa daerah.

Iksan menjelaskan, kebijakan itu menyasar seluruh unsur yang terlibat dalam MPLS, mulai dari peserta didik, tenaga pengajar, hingga narasumber kegiatan. Langkah ini diharapkan menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu di tengah gempuran bahasa lain.

“Materi pilihan saat MPLS adalah menggunakan bahasa Madura dalam percakapan hari itu. Termasuk narasumber menggunakan bahasa Madura sesuai Perbup Nomor 55 Tahun 2025 agar bahasa Madura sebagai bahasa ibu tidak ditinggalkan anak-anak di mana pun mereka berada. Mari bersama-sama menggaungkan kecintaan terhadap budaya Madura,” tandasnya.

Di sela sambutannya, Iksan turut mengingatkan orang tua untuk tidak memperbolehkan anak mengendarai sepeda motor sendiri menuju sekolah. Ia meminta pengawasan tetap dilakukan meski anak menggunakan sepeda konvensional maupun sepeda listrik.

Pihaknya juga menegaskan komitmen Dinas Pendidikan dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah anak dan bersih dari segala bentuk perundungan.

“Tidak boleh ada bullying di sekolah. Jika terjadi, segera koordinasikan dengan pihak sekolah agar dapat segera ditangani,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Iksan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik baru yang resmi bergabung dalam keluarga besar SMP Negeri 1 Sumenep. Ia berharap kolaborasi antara sekolah dan orang tua terus terjaga demi mendukung keberhasilan proses pendidikan anak.

“Kami memohon dukungan seluruh orang tua untuk terus berkolaborasi, berkoordinasi, dan bersinergi dalam mendukung seluruh program sekolah. Sekali lagi, selamat kepada putra-putri Bapak dan Ibu yang telah bergabung menjadi keluarga besar SMPN 1 Sumenep,” pungkasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *