BeritaPemerintahan

Disdik Sumenep Gencarkan Pendampingan Sekolah untuk Percepatan Akreditasi Pendidikan Dasar

Avatar
283
×

Disdik Sumenep Gencarkan Pendampingan Sekolah untuk Percepatan Akreditasi Pendidikan Dasar

Sebarkan artikel ini
Disdik Sumenep Gencarkan Pendampingan Sekolah untuk Percepatan Akreditasi Pendidikan Dasar
Tampak depan kantor Disdik Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar melalui program pendampingan dan pembinaan lembaga pendidikan. Langkah ini dilakukan dalam rangka percepatan akreditasi sekolah di seluruh wilayah kabupaten, Kamis (6/11/2025).

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Sumenep, Ardiyansyah, menjelaskan bahwa akreditasi menjadi instrumen penting untuk menilai kelayakan mutu lembaga pendidikan. Menurutnya, hasil akreditasi juga menjadi acuan formal bagi pemerintah daerah dalam memastikan standar pendidikan sesuai indikator nasional yang ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM).

“Akreditasi itu penilaian formal untuk melihat kelayakan mutu lembaga,” ujar Ardiyansyah.

Ia menambahkan, sejak diberlakukannya Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) pada tahun 2020, sistem penilaian lembaga pendidikan mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya menggunakan 36 item penilaian, kini hanya terdiri dari 14 komponen berbentuk narasi dan tanya jawab yang lebih menekankan pada aspek kualitatif.

“Sekolah punya akun dan password sendiri di aplikasi SISPENA, dan ketika masa akreditasi berakhir akan muncul notifikasi perpanjangan. Jadi, lembaga harus aktif menggambarkan kondisi riil mutu pendidikannya,” jelasnya.

Berdasarkan data Disdik Sumenep, terdapat 634 sekolah dasar di bawah naungan Dinas Pendidikan, terdiri dari 550 sekolah negeri dan 84 sekolah swasta yang menjadi sasaran peningkatan mutu akreditasi. Proses penilaian meliputi delapan standar pendidikan nasional, mulai dari kurikulum, tenaga pendidik, sarana prasarana, hingga manajemen kelembagaan.

Disdik Sumenep, kata Ardi, secara rutin melakukan sosialisasi dan asistensi kepada sekolah-sekolah yang menghadapi kendala dalam proses akreditasi, terutama dalam hal pembiayaan dan administrasi.

“Banyak kendala muncul dari faktor pembiayaan. Karena itu kami bantu mulai dari tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban,” terangnya.

Selain itu, pembenahan juga dilakukan pada aspek kurikulum, yang kini bersifat dinamis mengikuti perkembangan zaman. Disdik Sumenep turut memfasilitasi pelatihan bagi guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka, Projek Mandiri (PM), dan Kurikulum Komprehensif Akademik (KKA).

“Kurikulum ini kan dinamis. Kami terus dorong sekolah agar pembelajaran tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas lulusan,” ujarnya.

Namun demikian, Ardiyansyah mengakui bahwa peningkatan peringkat akreditasi sekolah di Sumenep masih belum menunjukkan hasil signifikan dalam lima tahun terakhir.

“Selama ini belum ada peningkatan berarti. Banyak lembaga masih berada di zona nyaman dengan nilai B,” katanya.

Padahal, lanjutnya, akreditasi dengan predikat A memiliki dampak strategis terhadap citra pendidikan daerah dan kepercayaan publik.

“Ketika sekolah meraih nilai A, itu menjadi rujukan bagi calon wali murid untuk mendaftarkan anaknya,” tandasnya.

Menurut Ardi, tantangan terbesar dalam peningkatan mutu pendidikan terletak pada perubahan pola pikir guru dan kepala sekolah. Ia menegaskan bahwa tugas guru bukan hanya mengajar, melainkan juga mencerdaskan dan meningkatkan mutu pendidikan.

Selain faktor sumber daya manusia, Disdik Sumenep juga menghadapi kendala teknis dalam hal pembaruan data akreditasi, karena belum optimalnya penginputan data oleh sekolah melalui sistem Dapodik.

“Banyak sekolah belum menginput data, sehingga yang berstatus B kadang tercatat tidak terakreditasi. Keakuratan data ini penting untuk evaluasi mutu pendidikan,” ungkapnya.

Ke depan, Disdik Sumenep berkomitmen melanjutkan program pendampingan, pembinaan, dan sosialisasi bagi sekolah yang akan menghadapi masa perpanjangan akreditasi pada tahun 2026.

“Fokus kami tetap sama: meningkatkan mutu pendidikan dasar agar semua sekolah mampu mencapai standar akreditasi terbaik,” pungkas Ardiyansyah.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep