BeritaPendidikan

Ratusan Siswa dan Guru Perguruan Muhammadiyah Tlogomas Malang Gelar Salat Istisqa

Avatar
×

Ratusan Siswa dan Guru Perguruan Muhammadiyah Tlogomas Malang Gelar Salat Istisqa

Sebarkan artikel ini
Ratusan Siswa dan Guru Perguruan Muhammadiyah Tlogomas Malang Gelar Salat Istisqa
Ratusan Siswa dan Guru Perguruan Muhammadiyah Tlogomas Malang Saat Melakukan Salat Istisqa.

Mediapribumi.id, Malang — Ratusan siswa dan guru Perguruan Muhammadiyah Tlogomas, Kota Malang, melaksanakan salat istisqa bersama pada Jumat (23/10/2026). Peserta berasal dari MTs Muhammadiyah 1, SMK Muhammadiyah 2, dan MA Muhammadiyah 1 Malang.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas imbauan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur agar warganya menggelar salat istisqa dan berdoa memohon turunnya hujan yang membawa berkah. Sebelum salat dimulai, panitia memberikan penjelasan singkat tentang tata cara salat dan doa istisqa kepada peserta.

Dalam khutbahnya, Syaiful Arif, menyampaikan tiga pesan utama, yakni pentingnya bersyukur, memperbanyak istigfar, dan memahami keutamaan salat istisqa.

“Pertama, kami mengingatkan bahwa orang beriman harus senantiasa bersyukur atas segala karunia Allah, baik berupa ilmu, kesehatan, maupun harta.,” tuturnya.

Menurutnya, syukur akan mendatangkan tambahan nikmat, sedangkan kufur nikmat dapat berujung pada azab. Ia merujuk pada firman Allah dalam Surah Ibrahim ayat 7 yang artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras”.

Kedua, Arif mengajak jamaah memperbanyak istigfar. Sebagai hamba yang lemah dan kerap berbuat dosa, manusia perlu bertobat, tidak mengulangi kesalahan, dan menyertainya dengan amal kebaikan agar terhindar dari murka Allah.

Ketiga, salat istisqa merupakan ikhtiar memohon hujan yang membawa keberkahan, bukan bencana. Ia menyinggung kondisi musim kemarau panjang yang memicu kebakaran dan krisis air di sejumlah daerah. Karena itu, jamaah dianjurkan berdoa sambil mengangkat kedua tangan dan menengadah ke langit.

Di akhir khutbah, Arif mengajak seluruh jamaah memperbanyak istigfar dan syukur serta beribadah hanya kepada Allah.

“Itulah kunci untuk mendapatkan kebaikan dan rida Allah,” ujarnya.

Sementara itu, Slamet Riadi, selaku Tim Penjamin Mutu Madrasah, menyebut salat istisqa sebagai wujud penerapan langsung dari berbagai salat sunah yang telah dipelajari siswa, termasuk salat meminta hujan.

“Kami berharap rangkaian kegiatan keislaman semacam ini dapat membiasakan siswa beribadah dan membentuk karakter Islami, sejalan dengan visi madrasah untuk menjadi madrasah unggul yang berkarakter Islam dan berwawasan internasional,” tandasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *