Mediapribumi.id, Jakarta — Anggota DPR RI dari Fraksi PAN daerah pemilihan Jawa Timur XI (Madura), Slamet Ariyadi, memberi apresiasi kepada aparat gabungan Polri,BNN, Bea Cukai, dan instansi lain yang menggagalkan upaya penyelundupan satu ton ketamin melalui Kapal MT Global 168. Ia juga meminta penegak hukum tidak berhenti pada penangkapan para tersangka, tetapi membongkar seluruh jaringan di belakangnya.
Slamet menilai pengungkapan ini menunjukkan keseriusan aparat dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Menurutnya, kerja sama antarinstansi sangat menentukan untuk mempersempit ruang gerak sindikat, terutama yang memanfaatkan jalur laut untuk memasukkan barang terlarang ke Indonesia.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kinerja tim gabungan Polri, BNN, Bea Cukai, dan seluruh instansi yang terlibat. Keberhasilan ini langkah penting melindungi masyarakat dari ancaman narkotika,” ujarnya, Sabtu (24/10/2026).
Ia berharap kasus ini dikembangkan secara menyeluruh untuk mengungkap pihak-pihak yang berperan sebagai pemasok, pengendali, hingga penerima barang.
“Jangan berhenti pada penangkapan para tersangka. Jaringan di balik penyelundupan ini harus diusut sampai tuntas agar tidak ada celah bagi sindikat narkotika,” tegasnya.
Selain itu, Slamet mendorong penguatan pengawasan di perairan dan pelabuhan serta koordinasi yang lebih erat antarlembaga untuk menutup jalur masuk narkotika lewat laut. Ia menegaskan bahwa narkotika bukan hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga mengancam ketahanan keluarga, keamanan sosial, dan kualitas sumber daya manusia.
“Perlindungan generasi muda dari bahaya narkotika harus menjadi prioritas. Kami mendukung langkah tegas aparat dan berharap upaya ini dilakukan konsisten,” katanya.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Kristian Parluhutan Siagian, membenarkan bahwa pengungkapan ini hasil operasi gabungan Bareskrim, BNN, Bea Cukai, dan Polisi Air Baharkam. Dalam keterangan tertulis pada Rabu (21/10/2026), ia menyebut kapal telah ditarik dan dikawal kapal Polair serta Bea Cukai hingga bersandar aman di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, bersama barang bukti ketamin.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, menyampaikan rincian operasi dalam konferensi pers, Jumat (23/10/2026). Menurutnya, operasi dilakukan secara senyap dan melibatkan banyak unsur penegak hukum. Kapal diamankan setelah terpantau bergerak tidak wajar di Selat Malaka melalui Laut Andaman, dan akhirnya dihentikan di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
“Ini wujud nyata keseriusan kita semua. Aparat TNI-Polri bersatu bersama Bea Cukai, BNN, dan pemerintah daerah,” kata Kapolri.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













