Mediapribumi.id, Sumenep — Kepolisian hingga kini masih mendalami penyebab kebakaran yang menghanguskan 36 unit sepeda motor milik warga di area parkiran kawasan Gunung Eteng, Desa Jukong-Jukong, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep. Insiden tersebut terjadi pada Kamis malam (20/08/2026).
Humas Polresta Sumenep Aipda Ardan mengatakan, Polsek Kangayan terus mendalami penyebab pasti kebakaran tersebut. Proses penyelidikan turut dibantu personel Polresta Sumenep yang diperbantukan (BKO) ke Polsek Kangayan.
“Polsek Kangayan masih tetap melakukan penyelidikan apa penyebab terjadinya kebakaran tersebut sekaligus menunggu bantuan anggota Polresta yang BKO ke Polsek Kangayan,” kata Ardan, Kamis (27/08/2026).
Dalam proses penyelidikan, penyidik telah memintai keterangan empat orang saksi guna mengungkap kronologi kejadian sebelum api membakar puluhan kendaraan tersebut. Selain memeriksa saksi, polisi juga telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) beserta sejumlah barang bukti yang hingga kini masih berada di lokasi.
“Polsek Kangayan telah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak empat orang,” ujarnya.
Sedangkan beberapa barang bukti masih diamankan di TKP untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Area parkiran yang terbakar itu berlokasi cukup jauh dari permukiman warga. Dari peristiwa tersebut, sebanyak 36 sepeda motor ludes terbakar. Kendaraan-kendaraan itu diketahui merupakan milik warga asal Desa Cangkramaan dan Desa Tembayangan.
Di samping proses penyelidikan, Polsek Kangayan juga menggelar kegiatan penggalangan kepada tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas) setempat.
“Hal ini sebagai bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas pasca kejadian,” tambahnya.
Sebelumnya, Humas Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka), Salman Alfarisi meminta Polsek Kangayan segera mempercepat proses penyelidikan penyebab kebakaran agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep memberi perhatian serius terhadap perbaikan Jalan Poros Selatan, mengingat akses tersebut vital bagi mobilitas warga sehari-hari, termasuk dalam kondisi darurat.
“Kami berharap penyelidikan segera selesai supaya penyebabnya jelas dan tidak ada spekulasi berkembang di tengah masyarakat,” tandasnya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













