Mediapribumi.id, Sumenep — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menitipkan sejumlah pesan kepada mahasiswa baru Universitas PGRI (UPI) Sumenep dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Rabu (26/08/2026).
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Dedi Falahuddin mengajak ratusan mahasiswa baru untuk terus berpikir kritis, berinovasi, membangun relasi, serta memperluas wawasan selama menempuh pendidikan tinggi.
Ia turut mengapresiasi panitia PKKMB yang tetap menghadirkan unsur budaya lokal, seperti penggunaan odheng dan batik, dalam rangkaian kegiatan.
“Kami mengapresiasi panitia karena khas lokalnya tetap dipakai. Ada yang menggunakan odheng dan batik. Ini menandakan bahwa kampus Universitas PGRI Sumenep tidak meninggalkan budaya lokal yang ada,” ujar Dedi.
Menanggapi anggapan bahwa lulusan kampus swasta kerap dipandang sebelah mata dibanding lulusan perguruan tinggi negeri, Dedi menegaskan dunia kerja lebih mengutamakan kemampuan dan kompetensi individu.
“Tes itu tidak melihat kalian dari kampus mana, tetapi lulus atau tidak saat mengikuti tes. Yang penting adalah bagaimana kita mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia,” katanya.
Ia juga meminta mahasiswa memanfaatkan masa PKKMB untuk melatih kemampuan beradaptasi dan memperkuat mental, dengan mengingatkan bahwa banyak masyarakat bekerja dalam kondisi yang jauh lebih berat setiap harinya.
“Ini hanya latihan untuk memperkuat mental. Di luar sana banyak petani yang setiap hari berjemur, ada ojol dan pedagang yang juga bekerja dalam kondisi seperti itu. Jadi, manfaatkan kegiatan ini untuk melatih mental,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Dedi turut mengungkap rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumenep yang ditargetkan dimulai pada Oktober 2026. Ia menyebut keberadaan sekolah tersebut berpotensi membuka ruang pengabdian sekaligus peluang kerja baru, khususnya bagi lulusan bidang pendidikan.
Menutup sambutannya, Dedi berpesan agar mahasiswa baru menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh, menaati aturan kampus, membangun hubungan baik dengan dosen maupun sesama mahasiswa, dan menyelesaikan studi tepat waktu.
“Banyak menyerap ilmu, baik dari dosen maupun rekan-rekan lainnya, mematuhi aturan yang ada, dan semoga diberikan kesehatan untuk mengikuti seluruh proses perkuliahan dengan lancar hingga lulus tepat waktu. Itu harapan dari bapak dan ibu orang tua kalian,” pungkasnya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!











