BeritaMigas

Layanan Adminduk Jemput Bola Warnai Festival Pesisir Mandangin Sampang

Avatar
×

Layanan Adminduk Jemput Bola Warnai Festival Pesisir Mandangin Sampang

Sebarkan artikel ini
Layanan Adminduk Jemput Bola Warnai Festival Pesisir Mandangin
Malam Puncak Festival Pesisir 5 di Pulau Mandangin, Sampang.

Mediapribumi.id, Sampang — Warga Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, kini tak perlu lagi menyeberang ke daratan hanya untuk mengurus dokumen kependudukan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang menggelar layanan jemput bola di pulau tersebut, bertepatan dengan pelaksanaan Festival Pesisir Mandangin 2026 pada 14–15 Agustus.

Dalam kegiatan itu, Dispendukcapil membuka sejumlah layanan sekaligus, mulai dari pembuatan dan pemecahan kartu keluarga (KK), penerbitan akta kelahiran, hingga perekaman KTP elektronik. Dari seluruh warga yang datang, sekitar 80 persen di antaranya memanfaatkan layanan untuk perekaman KTP.

Plt Sekretaris Dispendukcapil Sampang Rahmawati Agustianis menjelaskan, program ini digagas untuk mendekatkan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan. Menurutnya, kondisi geografis Mandangin yang terpisah dari daratan utama membuat pelayanan langsung di lokasi jauh lebih efektif dibandingkan mengharuskan warga datang ke kantor dinas.

“Mayoritas 80 persen perekaman KTP,” ujar Rahmawati.

Ia menambahkan, proses pencetakan KTP elektronik belum bisa dilakukan langsung di pulau karena keterbatasan perangkat. Hasil perekaman warga akan dibawa dan diproses petugas di kantor Dispendukcapil Sampang.

“Hasilnya nanti malam insyaallah kami lembur. Besok dibawakan ke dinas,” katanya.

Kehadiran layanan ini disambut positif oleh warga, salah satunya Khoiril Umam (26). Ia mengaku terbantu karena bisa mengurus pemecahan KK setelah menikah sekaligus memperbarui KTP tanpa harus menyeberang laut.

“Tidak perlu capek-capek berangkat ke Sampang, naik kapal, lalu kendaraan. Perjalanannya bisa sampai satu hari,” ujarnya.

Sebelum ada layanan ini, warga Mandangin harus menempuh perjalanan laut dilanjutkan jalur darat untuk sampai ke pusat pemerintahan kabupaten, sebuah proses yang memakan waktu dan biaya cukup besar.

Selain layanan adminduk, Festival Pesisir Mandangin juga menjadi panggung promosi potensi wisata dan ekonomi masyarakat setempat. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) bersama Pemerintah Kabupaten Sampang.

Pj Kepala Desa Mandangin Choirul Anam menyebut pelaksanaan tahun ini sebagai yang terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bupati Sampang bahkan turut hadir dan bermalam di Pulau Mandangin selama festival berlangsung.

Choirul menyebut, sekitar 90 persen warga Mandangin menggantungkan hidup dari sektor kelautan, baik sebagai nelayan maupun melalui aktivitas ekonomi lain yang berkaitan dengan laut.

Di balik potensinya, pengembangan wisata bahari Mandangin masih terganjal persoalan sampah kiriman dari luar wilayah. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pantai di sisi barat dan timur pulau belum digarap secara maksimal.

“Pantai sisi barat dan timur belum kami kembangkan karena persoalan sampah. Dominan sampah kiriman dari luar,” ungkap Choirul.

Untuk mendukung wisata bahari ke depan, pemerintah desa mendorong pengelolaan terumbu karang serta pengembangan rumah ikan.

“Festival tahun ini juga diramaikan kegiatan khitan massal yang diikuti sekitar 100 anak,” pungkasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *