Mediapribumi.id, Sumenep — Warga terdampak kayu gelondongan di Kecamatan Dungkek menyatakan puas dengan kompensasi yang diberikan pihak kapal. Meski demikian, mereka tetap berharap ratusan batang kayu yang masih berserakan di pantai segera dievakuasi.
Hal itu disampaikan Matsudi, nelayan asal Desa Bicabbi, yang membenarkan bahwa kompensasi telah diterima warga terdampak. Menurutnya, besaran ganti rugi berasal dari nominal yang diajukan warga sendiri kepada pihak kapal, sebelum akhirnya disetujui.
Para pengrajin sabut kelapa, yang berjumlah 40 orang, rata-rata memiliki lebih dari tiga lahan di bibir pantai. Meski kerugiannya bisa lebih besar, mereka sepakat mengajukan Rp1 juta per orang.
“Alhamdulillah disetujui pihak kapal, karena mereka survei sendiri ke lokasi untuk melihat kerusakan dan dampaknya,” kata Matsudi, Selasa (06/10/2026).
Sementara itu, nelayan yang tidak mengalami kerusakan perahu, tetapi dirugikan secara non-materiil, mengajukan Rp300 ribu. Menurut Matsudi, kayu gelondongan sudah berada di lokasi hampir 20 hari. Selama itu, nelayan harus terus siaga karena kayu-kayu tersebut bergerak mengikuti arus.
Ia menuturkan, nelayan menerima nominal tersebut karena memandang kejadian ini sebagai musibah, bukan kesengajaan.
“Bahkan mereka ikut prihatin sebenarnya,” ujarnya.
Adapun nelayan yang perahunya rusak mengajukan kompensasi bervariasi, yakni Rp500 ribu, Rp1 juta, Rp3 juta, hingga Rp15 juta. Nilai tertinggi diterima seorang nelayan Desa Dungkek yang perahunya karam dan tak lagi bisa digunakan.
Pemilik perahu itu semula mengajukan Rp30 juta. Setelah negosiasi dengan pihak kapal, nominalnya disepakati menjadi Rp15 juta.
“Itu bukan sekadar rusak, tapi sudah karam,” jelas Matsudi.
Seluruh warga terdampak, kata dia, merasa senang dan puas dengan kompensasi tersebut. Namun, saat penyerahan kompensasi, mereka tetap menyampaikan harapan agar pihak kapal segera mengevakuasi kayu gelondongan dari pantai.
Sebelumnya, Sekcam Dungkek Bambang Edi Hendarto menyebutkan evakuasi tertunda karena cuaca belum mendukung dan medan berkarang menyulitkan pengangkutan.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!













