BeritaPemerintahan

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sumenep Memperkuat Multikulturalisme

Avatar
×

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sumenep Memperkuat Multikulturalisme

Sebarkan artikel ini
Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sumenep Memperkuat Multikulturalisme
Proses Pengibaran Bendera Pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Halaman Kantor Bupati Sumenep.

Mediapribumi.id, Sumenep — Ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengikuti upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik (RI) Indonesia dengan khidmat di halaman kantor Bupati setempat, Senin (17/08/2026).

HUT ke-81 RI tahun ini mengusung tema besar Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur yang diluncurkan di Kompleks Istana Kepresidenan RI, pada Senin (29/06/2026).

Untuk yang kedua kalinya, upacara kemerdekaan di Sumenep diwarnai dengan baju adat yang dikenakan oleh para pejabat baik Bupati, Wakil Bupati, Kepala OPD, Pimpinan DPRD dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Formkopimda) yang lain.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menjelaskan bahwa baju adat yang dikenakan itu beragam baik adat Madura maupun adat lainnya utamanya yang ada di Kabupaten Sumenep.

“Seperti yang saya pakai ini baju adat Sulawesi, karena di Kecamatan Sapeken banyak orang keturunan Sulawesi dan melekat adatnya,” jelasnya.

Menurutnya, di Sumenep sangat multikultural bukan hanya suku Madura melainkan suku lain seperti di Kepulauan yang juga sangat beragam seperti Bajo, Bugis, Karo dan sebagainya.

Sebagai daerah yang sangat beragam, langkah tersebut diklaim sebagai bentuk konkret Pemkab Sumenep dalam menjaga multikulturalisme dan merawat kebudayaan agar tetap hidup di tengah masyarakat.

“Kami juga mengakomodir adat yang ada di Kepulauan Sumenep, seperti baju yang saya kenakan ini,” tandasnya.

Dalam perayaan HUT RI tahun ini di halaman Kantor Bupati juga dipasangi pagar tambahan sehingga banyak masyarakat harus menyaksikan dari luar pagar. Terhadap hal tersebut, Bupati Fauzi menjelaskan bahwa hal tersebut bertujuan untuk membuat upcara semakin khidmah.

“Namun jika ada aspirasi untuk mengubah biar masyarakat bisa menyaksikan langsung akan kami evaluasi,” tandasnya.

Selain itu, momentum upacara juga ada yang berbeda, di akhir kegiatan tampak para pejabat asyik menikmati musik sambil berjoget.

Bahkan, Bupati Sumenep dan Wakil Bupati Sumenep tampak bergandengan tangan sembari menikmati lagu dan nyanyian di halaman kantor.

“Itu menandakan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep kompak tidak ada konflik sama sekali,” tegasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *