Berita

Petani Milenial Sumenep Kembangkan Pupuk Organik, DKPP Dukung Hingga Tahap Perizinan Kementan

Avatar
395
×

Petani Milenial Sumenep Kembangkan Pupuk Organik, DKPP Dukung Hingga Tahap Perizinan Kementan

Sebarkan artikel ini
Petani Milenial Sumenep Kembangkan Pupuk Organik, DKPP Dukung Hingga Tahap Perizinan Kementan
Sampel Produk Pupuk Organik Kelompok Petani Milenial.

Mediapribumi.id, Sumenep — Inovasi pertanian terus tumbuh di kalangan petani muda Sumenep. Salah satu kelompok Petani Milenial kini tengah mengembangkan produk pupuk organik hasil racikan sendiri sebagai langkah menuju pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Dewo Ringgih, mengatakan bahwa inovasi tersebut mendapat dukungan penuh dari DKPP, baik dalam proses konsultasi teknis maupun fasilitasi perizinan ke Kementerian Pertanian.

“Produk pupuk organik ini sudah kami dampingi dalam pengurusan izin edar. Tahapannya meliputi analisis laboratorium untuk memastikan kandungan pupuk sesuai standar, hingga pendaftaran izin edar dan produksi massal,” ujar Dewo, Rabu (15/10/2025).

Saat ini, kata dia, proses masih berada pada tahap pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) atas nama koperasi. Karena izin edar belum terbit, produk tersebut belum boleh dikomersialkan dan untuk sementara hanya digunakan secara internal oleh kelompok.

Sementara itu, Ketua Kelompok Petani Milenial, Abd. Halim, mengungkapkan bahwa seluruh proses pembuatan pupuk organik dilakukan secara mandiri oleh anggotanya, mulai dari fermentasi bahan baku hingga pengemasan produk.

“Izinnya sedang kami ajukan ke Kementerian Pertanian. Target kami, pupuk organik ini bisa menjadi alternatif pengganti pupuk kimia dengan harga yang jauh lebih murah dan aman bagi lingkungan,” jelas Halim.

Menurut Dewo, upaya seperti yang dilakukan kelompok Halim ini merupakan bagian dari program DKPP dalam menumbuhkan petani milenial di seluruh kecamatan. Pemerintah daerah mendorong mereka menjadi agen perubahan dari pertanian konvensional menuju pertanian modern yang berbasis inovasi.

“Petani milenial diharapkan mampu menguasai teknologi dan informasi, meningkatkan produktivitas, serta menjadi contoh penerapan inovasi berkelanjutan di lapangan,” tandasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep