Mediapribumi.id, Sumenep — Seorang warga Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, bernama Jailani mengaku menjadi korban dugaan penipuan oleh seseorang yang mengatasnamakan petugas PLN. Akibat kejadian ini, Jailani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Peristiwa bermula pada Maret 2025 lalu, saat salah satu dari tiga KWH (kilowatt-hour meter) milik Jailani mengalami kerusakan. Ia kemudian melapor ke pihak PLN untuk perbaikan.
Petugas PLN datang dan mencabut KWH tersebut dengan alasan akan diganti dengan yang baru. Namun hingga lebih dari 30 hari berlalu, KWH tak kunjung diganti.
“Saya terus hubungi PLN, tapi jawabannya selalu masih dalam proses. Padahal ini berpengaruh ke usaha tambak saya,” ungkap Jailani kepada wartawan, Kamis (18/04/2025).
Dalam kebingungan itu, muncul seorang pria bernama Dani yang mengaku sebagai petugas PLN. Ia menawarkan solusi mengganti KWH Jailani ke sistem pascabayar dengan tarif pembayaran tiga bulan sekali. Jailani pun tergiur dan membayar total Rp14 juta untuk dua unit KWH yang dijanjikan akan diganti.
“Saya sempat tanya apakah ini resmi. Dani bilang tidak ada masalah. Karena dia terlihat meyakinkan dan mengaku dari PLN, saya percaya saja,” ujarnya.
Namun harapan Jailani pupus. Tak lama setelah penggantian KWH, ia justru menerima surat pelanggaran dari pihak PLN yang menyatakan adanya sambungan listrik ilegal di rumahnya. Tak tanggung-tanggung, ia dikenakan denda sebesar Rp. 21 juta.
“Surat itu diantar orang bernama Beni. Tapi lagi-lagi, dia bilang urusan dendanya nanti tetap bisa dibantu lewat Dani. Saya bingung, kok saya yang dituduh, padahal pemasangan dilakukan oleh orang yang mengaku petugas PLN,” tutur Jailani dengan nada kecewa.
Lebih lanjut, Jailani juga mengaku telah memberikan uang muka sebesar Rp. 585 ribu kepada Dani untuk satu unit KWH lain yang juga hendak diganti. Namun hingga kini, tidak ada kejelasan.
Jailani berharap pihak PLN Sumenep memberikan klarifikasi resmi dan menindaklanjuti kasus ini.
“Saya ingin keadilan. Kalau saya memang salah, saya siap bertanggung jawab. Tapi kalau ini ulah oknum, PLN harus turun tangan dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, media ini sudah berupaya melakukan konfirmasi dari PLN, namun belum ada tanggapan resmi.













