BeritaLingkunganPendidikan

Usai Tinjau SIKAP, Kacabdindik Wilayah Sumenep Pastikan Kantin SMKN 1 Bebas Sampah Plastik

Avatar
×

Usai Tinjau SIKAP, Kacabdindik Wilayah Sumenep Pastikan Kantin SMKN 1 Bebas Sampah Plastik

Sebarkan artikel ini
Usai Tinjau SIKAP, Kacabdindik Wilayah Sumenep Pastikan Kantin SMKN 1 Bebas Plastik
Tampak depan kantin SMKN 1 Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Moh. Rusly, memperluas agenda kunjungannya di SMKN 1 Sumenep, Jumat (04/09/2026). Setelah meninjau perkembangan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), ia melanjutkan pemantauan ke kantin dan ruang guru untuk memastikan lingkungan sekolah bersih dari sampah plastik.

Pemantauan itu dilakukan bersama Kepala Seksi (Kasi) SMK Cabdindik Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Kepala SMKN 1 Sumenep Sucipto.

Kunjungan diawali dengan penanaman kembali sayur pakcoy di lahan hidroponik SIKAP SMKN 1 Sumenep, yang diikuti langsung oleh Rusly bersama para siswa. Setelah itu, rombongan meninjau proses pendistribusian serta menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan disalurkan kepada siswa.

Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke ruang guru dan kantin sekolah. Peninjauan di dua titik ini bertujuan memastikan lingkungan SMKN 1 Sumenep bebas dari sampah plastik, termasuk mengecek agar tidak ada penjualan makanan maupun minuman yang dikemas menggunakan bungkus plastik.

“Setelahnya dilanjutkan untuk memantau ruang guru dan kantin sekolah,” kata Rusly.

Langkah tersebut sebagai tindak lanjut dari kebijakan Dindik Provinsi Jawa Timur, yakni pengurangan sampah plastik di sekolah seperti botol atau gelas air kemasan, dan sebagainya.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Nomor 000.5/443/101.1/2026. Dalam edaran itu setiap sekolah diimbau melakukan gerakan pengurangan menggunakan bahan plastik di lingkungan sekolah.

“Kunjungan ini untuk memastikan di sekolah (SMKN 1 Sumenep) bebas dari sampah plastik,” tandasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan seperti air minum, guru, tenaga kepandidikan, dan siswa harus membawa tempat minum yang bukan sekali pakai atau tumbler.

Sedangkan, makanan yang lain harus memakai wadah dalam bentuk kotak atau piring. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan sampah plastik.

“Untuk air minum juga disediakan dalam bentuk galon, sehingga tumbler bisa langsung diisi,” pungkasnya.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;