BeritaPemerintahan

Sumenep Optimalkan Akuakultur untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Avatar
866
×

Sumenep Optimalkan Akuakultur untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini
Sumenep Optimalkan Akuakultur untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Tampak depan kantor Dinas Perikanan Sumenep.

Mediapribumi.id, Sumenep — Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Perikanan, terus mengoptimalkan sektor akuakultur sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Langkah ini diwujudkan melalui pengembangan sektor perikanan budidaya yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan bergizi, terutama sumber protein hewani bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Agustiono Sulasno, menyampaikan bahwa peningkatan produksi perikanan budidaya menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.

“Perikanan budidaya, baik di darat maupun di laut, menjadi bagian penting dari upaya kami menjaga keberlanjutan pasokan pangan,” ujarnya, Jumat (23/05/2025).

Untuk sektor budidaya darat, pemerintah menyalurkan bantuan kepada kelompok pembudidaya ikan air tawar seperti lele, nila, dan udang. Bantuan tersebut mencakup benih, sarana produksi seperti kolam pembesaran, pakan, hingga perlengkapan pendukung lainnya.

“Skema bantuan ini dirancang agar para pembudidaya bisa langsung memulai usaha hingga panen, tanpa terkendala kebutuhan dasar budidaya,” jelas Agustiono.

Ia menambahkan, percepatan produksi menjadi kunci dalam mendongkrak ketersediaan ikan konsumsi, terutama di wilayah yang permintaannya tinggi seperti kepulauan Kangean.

“Permintaan ikan lele di Sumenep, khususnya dari wilayah kepulauan, masih tinggi dan belum sepenuhnya terpenuhi. Ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan,” ungkapnya.

Selain lele, pengembangan budidaya ikan nila dan gurame juga terus didorong meski waktu panennya lebih lama, yakni enam bulan untuk nila dan sembilan bulan untuk gurame.

Sementara itu, untuk sektor budidaya laut, program difokuskan pada pengembangan rumput laut melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mengingat keterbatasan anggaran daerah.

Dukungan terhadap nelayan juga terus diperkuat, antara lain melalui pemberian alat keselamatan seperti jaring, pelampung, dan lampu sorot untuk menunjang aktivitas melaut di malam hari.

Sepanjang tahun 2025, Pemkab Sumenep mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk program budidaya perikanan darat dan laut. Dana tersebut akan disalurkan kepada kelompok pembudidaya di sejumlah kecamatan, seperti Dungkek, Ganding, Guluk-Guluk, dan Pragaan.

“Dengan memperkuat kapasitas pembudidaya lokal, kami berharap ketahanan pangan daerah meningkat dan Sumenep bisa berkontribusi lebih besar dalam pemenuhan pangan nasional,” pungkas Agustiono.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep