Mediapribumi.id, Surabaya — Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Jawa Timur diwarnai aksi simbolis dari kalangan mahasiswa. BEM SI Kerakyatan Jawa Timur mengirimkan karangan bunga ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya, bertuliskan “Agustus Kelam, Jatim Melawan” sebagai bentuk kritik terhadap sejumlah isu keadilan dan demokrasi yang dinilai belum tuntas.
Aksi ini digelar bersamaan dengan momentum kemerdekaan, namun membawa pesan berbeda dari perayaan pada umumnya. Bagi BEM SI Kerakyatan Jatim, usia kemerdekaan bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan bangsa. Organisasi ini menilai keadilan, kesejahteraan, kebebasan berpendapat, dan perlindungan hukum bagi masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Karangan bunga tersebut juga menjadi pengingat atas rangkaian aksi mahasiswa pada Agustus tahun lalu, termasuk tuntutan yang dikenal dengan istilah “18+7” serta sejumlah tindakan aparat yang diduga represif terhadap peserta aksi.
Koordinator Wilayah BEM SI Kerakyatan Jawa Timur, Moh. Iskil El Fatih, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kekecewaan sekaligus pengingat bagi pemerintah.
“Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, tetapi kami masih melihat rakyat yang harus berjuang mendapatkan keadilan. Jika suara rakyat diabaikan dan kekerasan tidak diselesaikan, kemerdekaan itu sebenarnya milik siapa?,” katanya, Minggu (16/08/2026).
Iskil menambahkan bahwa satu tahun setelah peristiwa yang disebutnya “Agustus Gelap”, masih ada keresahan masyarakat yang belum terjawab.
Iskil menegaskan bahwa kritik yang disampaikan pihaknya tidak dimaksudkan untuk menciptakan konfrontasi dengan pemerintah. Ia meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan aparat penegak hukum, termasuk Polda Jawa Timur, tetap terbuka terhadap masukan dan evaluasi publik atas kebijakan maupun tindakan yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Kami tidak sedang mencari musuh, kami sedang mencari keadilan. Pemerintah punya kewajiban menjelaskan kebijakannya, aparat punya kewajiban mempertanggungjawabkan tindakannya, dan mahasiswa punya kewajiban mengingatkan ketika itu tidak dijalankan,” tegasnya.
Pengiriman karangan bunga ini disebut sebagai langkah awal BEM SI Kerakyatan Jawa Timur periode 2026–2027 dalam memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa serta mengangkat isu-isu publik di berbagai daerah di Jawa Timur.
“Solidaritas antarelemen masyarakat perlu terus dijaga di tengah dinamika kepercayaan publik terhadap institusi negara,” tutupnya.
Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!









