BeritaLingkungan

1.000 Mangrove Ditanam di Pulau Saobi, Pemdes dan Mahasiswa KKN UNIB Perkuat Konservasi Bahari

Avatar
×

1.000 Mangrove Ditanam di Pulau Saobi, Pemdes dan Mahasiswa KKN UNIB Perkuat Konservasi Bahari

Sebarkan artikel ini
1.000 Mangrove Ditanam di Pulau Saobi, Pemdes dan Mahasiswa KKN UNIB Perkuat Konservasi Bahari
Penanaman mangrove di Pulau Saobi, Pemdes Saobi, Mahasiswa KKN UNIB Situbondo.

Mediapribumi.id, Sumenep — Upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir terus dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Saobi bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ibrahimy (UNIB) Situbondo. Sebanyak 1.000 pohon mangrove ditanam di Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, sebagai bagian dari gerakan pelestarian ekosistem pesisir dan bahari.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemdes Saobi, mahasiswa KKN UNIB Situbondo Posko 55, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), seluruh jajaran Pemerintah Desa Saobi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), MWC NU Saobi, santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Darussalam, masyarakat, serta berbagai unsur lainnya.

Kepala Desa Saobi, Hosaini, menyampaikan bahwa penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Saobi.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi mahasiswa KKN UNIB, pemerintah desa, BPD, BKSDA, MWC NU, pesantren dan masyarakat dalam kegiatan ini. Menanam mangrove bukan hanya menanam pohon, tetapi menanam harapan untuk menjaga lingkungan dan masa depan generasi kita,” ujar Hosaini. Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki manfaat besar bagi kawasan pesisir. Selain membantu mengurangi risiko abrasi, mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai jenis biota dan berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Hosaini menegaskan, keberadaan Pulau Saobi sebagai kawasan cagar alam membuat upaya konservasi harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

“Saobi memiliki kekayaan alam yang harus kita jaga bersama. Karena ini merupakan kawasan cagar alam, tentu kita tidak ingin kegiatan konservasi hanya dilakukan sesaat. Yang lebih penting adalah bagaimana mangrove yang sudah ditanam ini dirawat dan dijaga bersama,” katanya.

Sementara Ketua Kelompok KKN UNIB Posko 55, Aisyah, mengatakan kegiatan penanaman mangrove tersebut merupakan bagian dari bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Aisyah, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan ekosistem pesisir Desa Saobi, mencegah abrasi, melindungi kawasan pantai, serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Kegiatan penanaman mangrove ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan ekosistem pesisir Desa Saobi, mencegah abrasi, melindungi kawasan pantai, serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Aisyah.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada proses penanaman, tetapi dilanjutkan dengan perawatan dan pemantauan agar mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan pesisir Desa Saobi yang lebih hijau, lestari, dan terlindungi. Semoga mangrove yang telah ditanam dapat terus dirawat dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta generasi yang akan datang,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat. Mahasiswa KKN UNIB tidak hanya hadir untuk menjalankan program pengabdian, tetapi turut mengambil peran dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Pemerintah desa memiliki peran dalam penguatan kebijakan dan pengelolaan kawasan, mahasiswa memberikan edukasi serta tenaga pengabdian, sementara masyarakat menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove.

Aisyah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan penanaman 1.000 mangrove tersebut.

“Kami dari KKN UNIB Posko 55 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Saobi yang telah memberikan dukungan dan support penuh terhadap kegiatan ini. Terima kasih juga kepada MWC NU Saobi, Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Darussalam, BPD, seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Desa Saobi, masyarakat, serta semua pihak yang telah ikut andil, berpartisipasi, dan membantu menyukseskan kegiatan penanaman mangrove ini,” tutur Aisyah.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *