BeritaPolitik

Slamet Ariyadi Dukung “Polisi Jogo Sekolah”, Harap Pelajar Madura Terlindungi dari Perundungan dan Narkoba

Avatar
×

Slamet Ariyadi Dukung “Polisi Jogo Sekolah”, Harap Pelajar Madura Terlindungi dari Perundungan dan Narkoba

Sebarkan artikel ini
Slamet Ariyadi Dukung "Polisi Jogo Sekolah", Harap Pelajar Madura Terlindungi dari Perundungan dan Narkoba
Slamet Ariyadi (Kiri) Saat Bertemu kapolda Jatim.

Mediapribumi.id, Surabaya — Legislator muda asal Madura, H. Slamet Ariyadi, menyambut baik program “Polisi Jogo Sekolah” yang diluncurkan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur. Ia menilai inisiatif itu langkah tepat untuk melindungi pelajar dari perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan negatif.

Menurut Slamet, kehadiran polisi di lingkungan sekolah tidak sebatas menjaga keamanan. Kehadiran itu juga bisa membentuk karakter, disiplin, dan kesadaran hukum pelajar. Ia menyebut generasi muda sebagai aset bangsa yang perlu dijaga bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus kita lindungi dan dampingi agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, serta terhindar dari pergaulan negatif,” tuturnya, Jumat (23/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa perundungan tidak layak dianggap sepele atau sekadar bercanda. Perbuatan itu, kata dia, bisa mengguncang kondisi psikologis korban, mengganggu kegiatan belajar, dan bahkan berujung pada persoalan hukum. Karena itu, ia berharap program ini mampu menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi semua siswa.

Slamet juga menilai pendekatan persuasif dan humanis yang diusung Polda Jatim sudah sesuai. Dengan cara itu, polisi diharapkan hadir sebagai sahabat dan pelindung pelajar, bukan semata aparat penegak hukum.

“Anak-anak harus merasa aman untuk berkomunikasi dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi,” katanya.

Agar berjalan efektif, ia mendorong keterlibatan semua pihak, mulai dari kepolisian, sekolah, orang tua, hingga masyarakat. Kolaborasi itu dinilai penting untuk mendeteksi sejak dini masalah yang mengancam keselamatan dan tumbuh kembang anak.

Ia pun meminta pendampingan tidak hanya dilakukan saat masalah muncul, tetapi juga lewat edukasi rutin tentang bahaya narkoba, pencegahan kekerasan, etika pergaulan, dan sikap saling menghormati.

“Pencegahan harus menjadi prioritas. Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi perundungan, tawuran, atau penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Slamet berharap program ini berjalan konsisten dan dievaluasi berkala agar manfaatnya nyata bagi pelajar, sekolah, dan masyarakat.

“Menjaga generasi muda bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Dekananto Eko Purwono meluncurkan program tersebut dalam Apel Satgas Preemptive Strike “Polisi Jogo Sekolah” di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (21/10/2026). Program ini mengedepankan pendekatan preemtif, persuasif, dan humanis, dengan menempatkan personel kepolisian sebagai mitra dan pendamping pelajar.

Polda Jatim juga berencana memetakan sekolah untuk menentukan pola pendampingan sesuai kebutuhan, terutama di lingkungan yang rawan perundungan, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *