Mediapribumi.id, Sumenep — Upaya membangun pemahaman publik terhadap industri hulu minyak dan gas bumi (migas) terus diperkuat melalui kolaborasi antara kalangan industri dan mahasiswa di Madura.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) khususnya di Wilayah Sumenep menerima kunjungan mahasiswa Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas PGRI (UPI) Sumenep dalam kegiatan edukasi dan dialog industri migas di Kantor SKK Migas Jabanusa, Selasa (05/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran informasi antara dunia akademik dan sektor industri guna membangun pemahaman yang lebih terbuka, objektif, dan berbasis data terkait industri hulu migas.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Febrian Ihsan, mengatakan mahasiswa memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi masyarakat terhadap sektor energi nasional.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa PMII UPI Sumenep sebagai bagian dari kolaborasi nyata antara industri hulu migas dan generasi muda,” katanya,
Menurutnya, industri hulu migas tidak hanya berkaitan dengan ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi daerah, termasuk di wilayah Madura.
Karena itu, keterlibatan mahasiswa dan akademisi dinilai penting sebagai mitra dalam menyampaikan informasi yang benar dan berimbang kepada masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa bisa menjadi jembatan informasi yang objektif dan konstruktif,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diajak mengenal lebih dekat dunia industri migas melalui Migas Corner yang memuat berbagai informasi mengenai sejarah industri, proses bisnis hulu migas, sistem kontrak kerja sama, hingga kontribusi ekonomi dan sosial sektor tersebut.
Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman terkait komitmen industri dalam menjaga lingkungan melalui berbagai program pengembangan masyarakat (PPM).
Selain itu, peserta diperkenalkan pada ruang imersif yang menyimulasikan aktivitas di fasilitas migas lepas pantai atau offshore. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa dapat melihat langsung standar keselamatan kerja yang diterapkan di lingkungan industri migas.

Ketua Komisariat PMII UPI Sumenep, Diky Alamsyah, mengapresiasi keterbukaan SKK Migas dan KKKS yang memberikan ruang edukasi bagi mahasiswa.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan gambaran nyata tentang operasional industri migas yang selama ini sering dipandang kompleks oleh masyarakat.
“Kami mendapatkan pemahaman langsung bagaimana industri migas beroperasi dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan,” katanya.
Sebagai bentuk kontribusi akademik, mahasiswa PMII UPI Sumenep juga menyerahkan naskah policy brief kepada SKK Migas Jabanusa dan KKKS Wilayah Sumenep. Dokumen tersebut berisi masukan terkait pengembangan pusat informasi migas yang lebih terbuka dan mudah diakses publik.
Melalui kegiatan itu, pihaknya menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dan ruang dialog bersama mahasiswa serta masyarakat Madura dalam mendukung pengembangan industri hulu migas yang transparan dan berkelanjutan.













