BeritaSosial Budaya

Festival Jaran Serek 2026 Jadi Upaya Pelestarian Budaya Tradisional Madura

Avatar
11
×

Festival Jaran Serek 2026 Jadi Upaya Pelestarian Budaya Tradisional Madura

Sebarkan artikel ini
Festival Jaran Serek 2026 Jadi Upaya Pelestarian Budaya Tradisional Madura
Wabup Imam Hasyim Saat Menghadiri Festival Jaran Serek

Mediapribumi.id, Sumenep — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong pelestarian seni tradisional “Jaran Serek” melalui pengembangan pertunjukan yang lebih kreatif dan atraktif tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim saat menghadiri Festival Jaran Serek 2026 di GOR A. Yani Pangligur Sumenep, Minggu (10/05/2026).

Menurutnya, kesenian Jaran Serek sebagai salah satu warisan budaya daerah perlu dikemas lebih menarik agar mampu bertahan di tengah perkembangan hiburan modern yang semakin pesat.

“Jaran Serek merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terus dijaga keberadaannya. Namun, cara penyajiannya juga perlu menyesuaikan perkembangan zaman agar tetap diminati masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, inovasi dalam pertunjukan dapat dilakukan melalui penguatan unsur musik tradisional, penataan kostum, hingga koreografi yang lebih dinamis tanpa menghilangkan karakter khas seni tersebut.

Dengan pengemasan yang lebih modern, lanjutnya, Jaran Serek tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

“Kami ingin anak-anak muda tetap mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri, termasuk Jaran Serek,” katanya.

Wabup juga melihat potensi besar Jaran Serek untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya di Kabupaten Sumenep. Menurutnya, jika dikelola secara baik, kesenian tradisional tersebut dapat menjadi ikon budaya seperti kerapan sapi maupun sapi sonok yang telah lebih dulu dikenal masyarakat luas.

Pemerintah daerah, kata Imam Hasyim, berkomitmen mendukung para pelaku seni dan budaya agar terus berkarya dan berinovasi dalam menjaga keberlangsungan tradisi lokal.

“Budaya daerah bukan hanya identitas masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata,” tambahnya.

Festival Jaran Serek 2026 sendiri mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sepanjang jalur pertunjukan, warga tampak memadati lokasi untuk menyaksikan atraksi kuda jingkrak yang tampil energik dan menghibur.

Beragam penampilan yang disuguhkan para peserta membuat suasana festival berlangsung meriah dan penuh semangat.

Wakil Bupati juga mengapresiasi para pelaku budaya dan masyarakat yang tetap konsisten menjaga keberadaan Jaran Serek di tengah arus modernisasi.

Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut terlibat aktif dalam upaya pelestarian budaya agar tradisi tersebut tetap hidup dan berkembang di masa mendatang.

“Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama generasi muda sebagai penerus tradisi daerah,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep