Mediapribumi,id, Surabaya — Kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar dan Pertalite di Jawa Timur tercatat hampir habis terserap pada Juni 2026.
Bahkan, realisasi penyaluran Biosolar telah melampaui kuota yang ditetapkan untuk bulan berjalan, sementara Pertalite menyusul di angka 96 persen.
Kondisi ini diungkap PT Pertamina Patra Niaga menyusul munculnya keluhan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur terkait antrean BBM subsidi di beberapa SPBU dalam sepekan terakhir.
Di Kabupaten Sumenep, sejumlah Sarana Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengalami antrean panjang bahkan sering stok habis dan di beberapa pengecer sering juga kosong.
Salah satu warga Sumenep, Rofi mengaku kesulitan mendapatkan BBM jensi Pertalite dan sempat mendatangi beberapa SPBU namun sering kosong.
“Terakhir saya antre hingga satu jam untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite di salah satu SPBU,” katanya, Selasa (30/06/2026).
Terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, membenarkan tingginya serapan kuota tersebut.
“Sebagai informasi per bulan Juni ini sendiri, realisasi di Jawa Timur untuk produk Biosolar sudah melebihi 100 persen dari kuota berjalan dan 96 persen untuk produk Pertalite,” ujar Ahad.
Untuk mengantisipasi itu, Pertamina Patra Niaga menerapkan skema prioritas pengiriman dari Terminal BBM supply point, serta melakukan alih suplai dari Terminal BBM terdekat ke wilayah-wilayah yang mengalami antrean. Bahkan per Jumat (26/06/2026), perusahaan menambah mitigasi melalui skema double alih suplai untuk mempercepat distribusi.
“Selain itu, mobil tangki juga dimaksimalkan dengan skala prioritas pengiriman ke wilayah dengan kendala pasokan dan demand tertinggi. Dengan segala mitigasi ini diharapkan dapat segera mengurai antrean dan kondisi penyaluran kembali normal,” tutup Ahad.













