Mediapribumi.id, Sumenep — Wacana yang berkembang belakangan di masyarakat dan ramai di media sosial terkait Sensus Ekonomi 2026. Bahkan sebagian petugas yang mendatangi masyarakat mendapatkan penolakan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Handoyo Wijoyo mengakui bahwa salah satu isu yang berkembang di masyarakat bahwa sensus ini berkaitan dengan pajak.
“Kami pastikan, Sensus Ekonomi ini tidak ada hubungannya dengan pajak. Kami melakukan sensus untuk mendapatkan data akurat terkait keadaan masyarakat di Sumenep,” katanya saat menghadiri kegiatan di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (29/06/2026).
Terkait data pribadi maupun harta kekayaan yang dimiliki, ia juga menegaskan data tersebut dijaga kerahasiaanya oleh BPS dan tidak bisa diakses oleh pihak lain.
Ia meminta kepada masyarakat untuk bijaksana dalam menyikapi hal ini, karena sensus ini menjadi hal penting dalam melihat data masyarakat secara ril.
“Uatamanya, nanti setelah dirilis hasil data umumnya kepada publik dalam bentuk statistik bisa dijadikan acuan melihat struktur ekonomi masyarakat di daerah,” katanya.
Salah satu kendala yang dihadapi petugas di lapangan ketika mendatangi mayarakat diantaranya mempertanyakan pertanyaan petuas yang cukup rinci tentang keadaan responden.
Padahal, pertanyaan-pertanyaan ini yang menjadi indikator dasar dalam mengklasifiksi keadaan daerah secara akurat, yang nantinya juga akan dijadikan acuan oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan strategis dan tepat sasaran.
“Kami imbau masyarakat untuk menerima petuga dan menjawab pertanyaannya secara apa adanya,” imbuhnya.
Senada, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan hal yang sama, bahwa Sensus Ekonomi sama sekali tidak ada hubungannya dengan perpajakan.
“Yang pasti, berkaitan dengan sensus, tidak ada kaitannya dengan perpajakan,” tuturnya.
Data hasil sensus ini juga sangat penting menjadi acuan dirinya dalam melakukan kajian dalam mengambil kebijakan sehingga bisa efektif dan tepat sasaran.
“Kalau datanya akurat dan detail, pemerintah bisa lebih tepat dalam mengambil kebijakan yang strategis. Misalnya pertumbuhan ekonomi dan sebagainya,” pungkasnya.













