BeritaPendidikan

Pengurus LPM Retorika STKIP PGRI Sumenep Ikut Kongres Nasional, Soroti Perlindungan Pers Mahasiswa di Era Digital

Avatar
631
×

Pengurus LPM Retorika STKIP PGRI Sumenep Ikut Kongres Nasional, Soroti Perlindungan Pers Mahasiswa di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Dua Pengurus LPM Retorika STKIP PGRI Sumenep Ikuti Kongres Nasional, Soroti Perlindungan Pers Mahasiswa di Era Digital
Pengurus LPM Retorika STKIP PGRI Sumenep saat menghadiri kongres nasional di Kediri, Jatim.

Mediapribumi.id, Kediri — Dua pengurus Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Retorika STKIP PGRI Sumenep turut ambil bagian dalam Kongres Nasional dan Dies Natalis XVIII yang diselenggarakan di Aula Perpustakaan IAIN Kediri, Jawa Timur, pada Minggu (2/5/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema sentral “Perlindungan Pers Mahasiswa di Era Digital” dan berlangsung selama lima hari, mulai Minggu hingga Kamis (4-8 April 2025).

Pada hari pertama, acara dibuka dengan Seminar Nasional sekaligus memperingati World Press Freedom Day 2025. Seminar ini menghadirkan empat narasumber nasional, yakni Sekjend PPMI Nasional Dimas Wahyu Gilang, Ketua AJI Indonesia Nany Afrida, anggota Dewan Pers Ninik Rahayu, dan Mustofa Layong dari LBH Pers Mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Ketua AJI Indonesia, Nany Afrida, menyoroti kondisi kebebasan pers di Indonesia yang kian terancam. Ia menegaskan bahwa represi dan intimidasi terhadap jurnalis, termasuk pers mahasiswa, masih sering terjadi.

“Pers mahasiswa adalah bagian dari media yang dilindungi oleh hukum. Mereka punya hak untuk berekspresi sesuai aturan yang berlaku. AJI Indonesia siap memberikan perlindungan kepada pers mahasiswa yang mendapat tekanan dari kampus maupun pihak lain,” tegas Nany.

Delegasi LPM Retorika, Ach. Zainuddin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, seminar tersebut memberi banyak wawasan dan dorongan moral bagi insan pers kampus.

“Kegiatan seminar ini sangat bermanfaat bagi kami. Pers mahasiswa membutuhkan payung hukum yang jelas agar dapat menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan aman,” ujar Zainuddin yang juga menjabat sebagai Pimpinan Umum LPM Retorika.

Ia berharap Dewan Pers dan AJI Indonesia dapat terus menjadi garda terdepan dalam melindungi kebebasan pers mahasiswa dari berbagai bentuk ancaman dan intervensi.

“Saya berharap Ketua Dewan Pers dan Ketua AJI bisa merekomendasikan regulasi yang lebih jelas untuk menjamin perlindungan terhadap pers kampus,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep