Berita

Pelatihan Fasilitator Gaharu Keluarga Resmi Dibuka di Sumenep

Avatar
679
×

Pelatihan Fasilitator Gaharu Keluarga Resmi Dibuka di Sumenep

Sebarkan artikel ini
Pelatihan Fasilitator Gaharu Keluarga Resmi Dibuka di Sumenep
Pembukaan Pelatihan Fasilitator Gaharu Keluarga di Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Pelatihan Fasilitator Gaharu Keluarga resmi dibuka hari ini di Aula Hotel Asmi, Sumenep, Jawa Timur. Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari, pada 16 sampai 18 Mei 2025, ini mengusung tema “Keluarga Maslahat: Mewujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman Bagi Keluarga”.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak dan remaja sebagai agen perubahan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Gaharu Keluarga bekerja sama dengan Ashoka Indonesia, LKK PCNU Sumenep, ASVIA, Tarbiyatul Quran, dan Sekolah Perempuan Bintang 9. Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, Rahima, Medco Energi, Kangean Energi Indonesia, dan HCML.

Ketua Panitia Gaharu Keluarga, Anis, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mempertemukan para penggerak pengasuhan komunitas sekaligus membekali mereka dengan pendekatan berbasis lima prinsip pengasuhan maslahat: rahmah, fitrah, mas’uliyyah, maslahah, dan uswah.

“Gaharu Keluarga bertujuan memperkuat ekosistem keluarga agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang empatik dan pembaharu. Kami ingin keluarga menjadi agen perubahan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan egaliter,” ungkapnya.

Sebanyak 30 peserta terpilih dari 53 pendaftar mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari berbagai badan otonom dan lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), dengan rentang usia 25–45 tahun. Para peserta disiapkan menjadi fasilitator handal yang akan berkontribusi di komunitas masing-masing.

Ketua LKK PWNU Jawa Timur, H. M. Isa Anshori, turut hadir dan menyampaikan apresiasinya.

“Kolaborasi ini sangat positif dan menunjukkan peran aktif LKK PCNU Sumenep. Kami berharap lahir fasilitator-fasilitator andal dari Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Sumenep melalui Sekretaris PCNU, Zainul Hasan, menekankan pentingnya keberlanjutan program.

“LKK NU adalah lembaga paling aktif. Harapan kami, kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin berkembang. NU bukan sekadar organisasi, tapi bagian dari peradaban,” katanya.

Ketua LKK PCNU Sumenep, Raudlatun, menambahkan bahwa pelatihan ini terselenggara berkat kesamaan visi antara Ashoka dan LKK NU dalam membangun keluarga maslahat.

“Kami berharap peserta mampu memberi dampak nyata bagi warga Nahdliyyin di lingkungannya,” tegasnya.

Pelatihan ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Kiai Mahmudi dari Tarbiyatus Sholihin, Ibu Kusmawati dari Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep, dan Ibu Zulminarni dari Ashoka Indonesia, serta para undangan dan tim pendamping.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jaringan pengasuhan komunitas berbasis nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dan prinsip keadilan sosial.

Diharapkan, pelatihan ini menjadi langkah awal menuju gerakan berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi keluarga, khususnya di wilayah Madura.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep