Berita

Pagar Roboh Saat Final Kerapan Sapi di Sumenep, 3 Penonton Alami Luka-Luka dan 1 Meninggal Dunia

Avatar
592
×

Pagar Roboh Saat Final Kerapan Sapi di Sumenep, 3 Penonton Alami Luka-Luka dan 1 Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Pagar Roboh Saat Final Kerapan Sapi di Sumenep, 3 Penonton Alami Luka-Luka dan 1 Meninggal Dunia
Korban pagar roboh dilarikan ke RSUD Moh. Anwar Sumenep.

Mediapribumi.id, Sumenep — Lomba Kerapan Sapi se-Madura bertajuk Pakar Sakera yang digelar di Lapangan Kerapan Sapi Giling, Jl. Agus Salim, Desa Pangarangan, pada Minggu (22/6/2024) sore, mendadak diwarnai insiden mengejutkan.

Pagar pembatas penonton sisi timur (garis finis) tiba-tiba roboh saat babak final tengah berlangsung, mengakibatkan empat orang penonton mengalami luka-luka.

Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menerangkan, Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.20 WIB ketika dua pasangan sapi terbaik sedang melaju kencang menuju garis akhir. Diduga, pagar roboh akibat banyaknya penonton yang nekat menaiki tembok pembatas, meski panitia telah memberi peringatan sebelumnya.

Keempat korban luka adalah:

1. Sueb (60) asal Aeng Merah, mengalami sesak dan langsung dirujuk ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

2. Aldi (35) warga Batuputih Laok, mengeluhkan nyeri di bagian punggung.

3. Sudahnan (55) asal Desa Tenunan, Kecamatan Manding, mengalami luka robek di mata kaki kanan.

4. Satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sumenep.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Sejak awal panitia sudah memberikan imbauan kepada penonton agar tidak naik ke pagar pembatas karena berbahaya. Namun imbauan tersebut tidak diindahkan. Kami akan evaluasi sistem pengamanan ke depan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar AKP Widiarti.

Terbaru, atas nama Sueb, salah satu korban yang sempat mengalami sesak napas dan dalam kondisi kritis, dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis rumah sakit pada pukul 19.40 WIB.

Pihak kepolisian yang berada di lokasi segera melakukan pengamanan dan mensterilkan area robohnya pagar. Mereka juga turut membantu proses evakuasi korban.

Kemudian, Kapolsek setempat memastikan bahwa kegiatan lomba Karapan Sapi berlangsung aman dan kondusif tanpa adanya insiden pertengkaran antarpenonton maupun peserta.

Pagar yang roboh diketahui berbatasan langsung dengan Masjid Al-Muhajirin di sisi timur Lapangan Giling. Pagar itu memang sudah dalam kondisi kurang layak dan tidak pernah direhabilitasi dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini, Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti robohnya pagar, meskipun dugaan awal mengarah pada kelebihan beban akibat banyaknya penonton yang menaikinya saat final berlangsung.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengevaluasi sistem keamanan dalam penyelenggaraan kegiatan besar seperti ini.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep