Mediapribumi.id, Sumenep — Belakangan, masyarakat Kepulauan Raas mengeluhkan pelayanan PLN karena listrik yang dibutuhkan masyarakat tidak terpenuhi bahkan sering mengalami pemadaman.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan (LPMK) Sumenep, Suryadi, mempertanyakan realisasi janji penambahan mesin pembangkit untuk optimalisasi daya listrik PLN di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep.
“Pada waktu kami berkomunikasi dengan Ketua UP PLN Madura, salah satu kesepakatannya adalah akan ada penambahan mesin untuk optimalisasi daya di Raas,” ujar Suryadi, Senin (23/02/2026).
Namun, hingga kini masyarakat belum bisa merasakan daya listrik yang cukup minimal untuk menerangi tempat tinggal dan mengisi daya alat komunikasi.
Bahkan, daya yang tersedia tidak bisa diakases oleh seluruh masyarakat, karena mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) tidak mampu mencukupi kebutuhan.
“Bulan Ramadan ini lampu padam sejak maghrib hingga tengah malam, kadang hingga pagi. Keadaan ini mengganggu aktivitas masyarakat,” tuturnya.
Upaya LPMK sebelumnya untuk mengaspirasikan penambahan mesin atau optimalisasi daya itu agar di bulan ramadan seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat bisa tercukupi.
Ia menyayangkan, hingga bulan ramadan sudah masuk hampir satu minggu aspirasi itu tak kunjung ada kejelasan.
“Informasi yang kami terima, dari beberapa mesin mengalami gagal sinkronisasi” tandasnya.
Sementara, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep Daerah Pemilihan VII, Saipur Rahman mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak PLN terkait masalah itu.
Menurut keterangan PLN, ada gangguan di panel salah satu mesin PLTD disana. Dan saat ini pihak PLN UP3 Pamekasan mendatangkan teknisi ke Pulau Raas dan membawa material fast moving.
“Mudah-mudahan cepat teratasi dan mesin bisa hidup semuanya,” harapnya.
Lebih lanjut, Manajer ULP PLN Kangean, Hairul Ismail menerangkan, secara keseluruhan mesin PLTD yang ada di Raas mampu untuk melayani semua kebutuhan aktifitas masyarakat.
Namun, belakangan ada salah satu mesin yang mengalami penurunan performa sehingga kapasitas dayanya berkurang.
“Kejadian semalam, mesin di PLTD Raas gagal sinkronisasi, menyebabkan energi listrik yang disalurkan juga terganggu,” tuturnya.
Tak tinggal diam, pihaknya mengaku langsung melakukan investigasi terkait masalah tersebut untuk mengetahui penyebab gagalnya sinkronisasi.
Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan perbaikan mesin yang mengalami penurunan performa tersebut dan mengoperasikan mesin cadangan yang tersedia.
“Saat ini kami bekerja 24 jam dan mengupayakan mesin-mesin itu kembali normal dalam waktu dekat. Kami sampaikan mohon maaf dan mohon pengertian serta dukungan sekuruh oihak. Kami sedang upayakan maksimal agar dapat tuntas secepatnya”, katanya.













