Mediapribumi.id, Sumenep — Warga Desa Muangan, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dalam sebulan terakhir. Pemadaman tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat karena berlangsung cukup lama, bahkan hampir terjadi setiap dua hari sekali.
Salah seorang warga Desa Muangan, Ferli Wahyudi, mengatakan bahwa pemadaman listrik biasanya terjadi mulai pukul 08.30 hingga 16.00 WIB. Kondisi itu berdampak pada berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik hingga aktivitas ekonomi warga.
Menurut Ferli, pelayanan di kantor desa menjadi terganggu akibat pasokan listrik yang tidak stabil. Selain itu, kegiatan belajar para siswa juga ikut terdampak, terutama bagi mereka yang membutuhkan perangkat elektronik dalam proses pembelajaran. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun kesulitan menjalankan usahanya karena listrik sering padam dalam waktu lama.
“Dalam sebulan terakhir sudah sekitar 10 kali pemadaman. Alasannya karena pengerjaan penyulang baru, tetapi prosesnya terasa lambat dan belum jelas kapan selesai,” ujarnya.
Ia membandingkan kondisi di wilayahnya dengan daerah lain yang menurutnya lebih cepat dalam proses penanganan saat terjadi pemadaman untuk perbaikan jaringan.
“Di daerah lain, kalau ada pemadaman untuk perbaikan biasanya cepat selesai. Di tempat kami justru berlarut-larut,” tambahnya.
Warga berharap pihak PLN segera menuntaskan pekerjaan tersebut agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Mereka juga meminta adanya keterbukaan informasi terkait jadwal pemadaman dan perkembangan pekerjaan di lapangan.
Selain itu, masyarakat berharap ada bentuk kompensasi apabila pemadaman terus terjadi di luar batas kewajaran.
Menanggapi keluhan tersebut, Manajer PLN ULP Sumenep, Achmad Suaidi menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan dan penguatan jaringan distribusi listrik.
Menurutnya, pekerjaan tersebut bertujuan meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan warga Desa Muangan, tetapi juga sejumlah wilayah lain seperti Desa Kacongan, Perumahan Satelit, dan Perumahan Saronggi. Sementara pusat pengerjaan berada di wilayah Desa Tanjung.
“Penghentian sementara aliran listrik itu merupakan bagian dari proses peningkatan sistem jaringan secara bertahap. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait mengenai jadwal pekerjaan serta estimasi penormalan listrik,” jelasnya.
Achmad menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah percepatan, mulai dari patroli jaringan, penguatan konstruksi, hingga perbaikan pada titik-titik yang membutuhkan penanganan khusus. Monitoring sistem juga dilakukan secara intensif agar pekerjaan segera rampung.
“Pemadaman ini bukan karena kekurangan daya maupun gangguan sistem, melainkan pekerjaan terencana untuk memperkuat jaringan distribusi agar pasokan listrik menjadi lebih aman dan stabil,” katanya.
Pihak PLN memastikan proses pengerjaan terus dipercepat agar kondisi kelistrikan di Desa Muangan dan sekitarnya segera kembali normal. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat.













