Pentigraf

Menunggu yang Tak Selesai

Avatar
432
×

Menunggu yang Tak Selesai

Sebarkan artikel ini
Menunggu yang Tak Selesai

Mediapribumi.id — Di sudut sore yang mulai meleburkan cahaya, aku masih duduk dengan secangkir kopi yang kini hanya menyisakan ampas. Aku menunda waktu, bukan karena sibuk, tapi karena hati ini belum selesai berbicara tentangmu. Ada rindu yang selalu kutahan dengan alasan yang kubuat-buat: belum saatnya, belum waktunya, mungkin nanti. Padahal diam-diam aku tahu, semua penundaan itu bukan melawan waktu, tapi melawan keberanian untuk jujur.

Setiap langkah kecilku menuju pesan yang tak terkirim, seperti langkah ke tepi jurang. Aku menimbang kata, membayangkan senyummu, lalu mundur lagi. Menunda rasa itu seperti menggantung langit di senja indah, tapi perlahan hilang sebelum sempat kugenggam. Aku takut, jika aku ungkapkan, dunia tak lagi seperti dulu. Tapi jika terus kutunda, mungkin hatiku tak akan utuh.

Dan begitulah aku hidup: menyisihkan harapan, menaruhnya dalam toples waktu yang tak pernah kubuka. Mungkin bukan kamu yang kutunggu berubah, tapi aku sendiri yang menunggu keberanian itu tumbuh. Tapi hingga detik ini, detak jam hanya mengingatkanku tentang perjalanan waktu, dan aku masih di tempat yang sama, menunda rasa yang seharusnya sudah lama selesai.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep