BeritaPendidikan

Menanam Nilai Perdamaian di Ujung Timur Madura: Peace Goes to School Hadir di SMAN 1 Gapura Sumenep

Avatar
453
×

Menanam Nilai Perdamaian di Ujung Timur Madura: Peace Goes to School Hadir di SMAN 1 Gapura Sumenep

Sebarkan artikel ini
Menanam Nilai Perdamaian di Ujung Timur Madura: Peace Goes to School Hadir di SMAN 1 Gapura Sumenep

Mediapribumi.id, Sumenep — Program Peace Goes to School (PGS) The Series 2025–2026 dilaksanakan di SMAN 1 Gapura, Kabupaten Sumenep, pada tanggal 19–21 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis penguatan pendidikan perdamaian di sekolah menengah dalam rangka pencegahan perundungan (bullying), intoleransi, dan kekerasan berbasis gender, yang dikenal sebagai Tiga Dosa Besar Pendidikan.

Program ini diselenggarakan oleh Peace Leader Indonesia dengan dukungan penuh AMAN Indonesia, serta melibatkan mitra lokal Sekolah Perempuan Mahasiswa Sumenep, pihak sekolah, dan guru muda. Pelaksanaan PGS di Sumenep menjadi bagian dari implementasi nasional yang berlangsung di sepuluh wilayah di Indonesia, salah satunya Madura.

Mengusung tema “Empowering Young Peacebuilders, Shaping Inclusive Future”, Peace Goes to School The Series dirancang untuk memperkuat kapasitas siswa dan guru sebagai agen perdamaian, sekaligus mendorong terciptanya sekolah sebagai ruang aman, inklusif, dan bebas kekerasan.

Program ini sejalan dengan arah transformasi pendidikan nasional, termasuk penguatan Kurikulum Merdeka dan gagasan Kurikulum Cinta yang menekankan relasi pendidikan berbasis empati, kesetaraan, dan penghargaan terhadap keberagaman.

Kegiatan dibuka oleh Kepala SMAN 1 Gapura, Halilurrahman, yang menegaskan pentingnya peran sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkeadaban.

“Sekolah memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap peserta didik merasa aman dan dihargai. Peace Goes to School menjadi ikhtiar bersama dalam menanamkan nilai perdamaian, toleransi, dan anti-kekerasan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Perwakilan tim Peace Goes to School, Oliv, menjelaskan bahwa PGS The Series tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi merupakan proses pembelajaran partisipatif yang mendorong daya kritis siswa dan guru.

“Melalui pendekatan dialogis dan modul PGS, siswa diajak memahami realitas sosial di sekitarnya, mengenali konflik, serta membangun keberanian untuk menjadi pelopor budaya damai di sekolah,” jelasnya.

Sebagai mitra lokal, Khuzaimah dari Sekolah Perempuan Mahasiswa Sumenep menekankan pentingnya pendekatan kontekstual dalam pelaksanaan program.

“Keterlibatan komunitas lokal memastikan nilai-nilai perdamaian, kesetaraan gender, dan anti-kekerasan benar-benar relevan dengan pengalaman hidup siswa di Sumenep,” ungkapnya.

Sementara itu, Rudy, guru muda yang terlibat dalam kegiatan ini, menilai Peace Goes to School sebagai program yang menjawab tantangan nyata dunia pendidikan saat ini.

“PGS membuka ruang dialog yang setara antara guru dan siswa. Ini penting untuk membangun budaya sekolah yang dialogis dan bebas kekerasan,” katanya.

Selama tiga hari pelaksanaan, Peace Goes to School The Series menghadirkan rangkaian fasilitasi partisipatif dengan subtema: Beyond Differences, Damai Dimulai dari Kita; The Power of Safe Space, Setara Tanpa Syarat; serta Guardian of Kindness, Aksi Baik yang Menular. Kegiatan ini melibatkan siswa secara aktif sebagai subjek pembelajaran dan agen perubahan di lingkungan sekolah.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep