Berita

Angin Kencang Robohkan Rumah Warga di Kepulauan Sapeken, BPBD: Bantuan Stimulan Setelah Laporan Resmi

Avatar
176
×

Angin Kencang Robohkan Rumah Warga di Kepulauan Sapeken, BPBD: Bantuan Stimulan Setelah Laporan Resmi

Sebarkan artikel ini
Angin Kencang Robohkan Rumah Warga di Kepulauan Sapeken, BPBD: Bantuan Stimulan Setelah Laporan Resmi
Potret evakuasi rumah korban pohon tumbang

Mediapribumi.id, Sumenep — Bencana alam berupa angin kencang merobohkan sebuah rumah warga di Dusun Tanjung Pagar, Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (22/1/2026) pagi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB saat cuaca ekstrem melanda wilayah kepulauan.

Rumah milik Waris (36) rusak total setelah tertimpa pohon berukuran besar yang tumbang akibat hempasan angin kencang. Rumah berbahan kayu itu dihuni oleh Waris bersama istrinya, Farida (35), seorang putri mereka, serta adik kandung Farida yang masih berusia anak-anak.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, Waris mengalami luka di bagian kepala saat berusaha melindungi anaknya dari reruntuhan. Akibat kerusakan parah, keluarga korban terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.

Warga setempat menyebut angin kencang datang secara tiba-tiba dan berlangsung cukup lama, sehingga sempat menimbulkan kepanikan.

“Anginnya sangat kencang. Tiba-tiba pohon itu roboh dan menimpa rumah. Bagian atap rusak parah,” ujar salah seorang warga.

Perangkat Desa Pagerungan Kecil bersama warga langsung melakukan gotong royong membersihkan material pohon yang menimpa rumah korban. Proses evakuasi dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya, mengingat keterbatasan sarana di wilayah kepulauan.

Menanggapi kejadian tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sumenep Dapil VII Kepulauan, Syamsul Bahri, meminta pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan kepada korban.

“Pemerintah daerah harus segera hadir.
Warga kepulauan sangat rentan terhadap cuaca ekstrem. Bantuan darurat serta perbaikan rumah harus segera dilakukan agar korban bisa kembali tinggal dengan aman,” tegasnya.

Ia mendorong BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Sumenep untuk melakukan pendataan cepat serta menyalurkan bantuan logistik dan material bangunan.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya bagi warga yang rumahnya berada di sekitar pohon-pohon besar.

“Pemangkasan pohon yang berpotensi membahayakan permukiman harus segera dilakukan sebagai langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Ach. Laili Maulidy, mengaku telah menerima laporan awal secara lisan dari tokoh masyarakat setempat. Namun, laporan tersebut belum bisa dijadikan dasar pengajuan bantuan.

“Secara regulasi, pengajuan bantuan harus melalui laporan resmi dari kepala desa kepada Bupati Sumenep melalui kecamatan dengan melampirkan identitas korban,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah laporan resmi masuk, BPBD akan melakukan rekapitulasi dan asesmen untuk selanjutnya diajukan guna mendapatkan persetujuan bupati dan diteruskan ke BPKAD.

Terkait proses evakuasi, Laili menyebut pihaknya masih menghadapi keterbatasan personel. Selain itu, pada waktu yang bersamaan BPBD juga tengah menangani sembilan titik kejadian serupa di wilayah daratan.

“Ditambah kondisi cuaca buruk, saat ini juga terkendala transportasi menuju wilayah kepulauan,” pungkasnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep