Mediapribumi.id, Sumenep — Masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Sumenep resmi berakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep kini beralih ke tahap pemulihan yang akan berlangsung selama tiga bulan ke depan.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Ach. Laily Maulidy, mengatakan bahwa meskipun masa tanggap darurat telah selesai, proses asesmen terhadap rumah warga terdampak masih terus berjalan. Dari total 613 rumah yang dilaporkan rusak, baru sekitar 275 rumah yang berhasil diverifikasi.
“Data 613 itu masih berdasarkan laporan awal, sehingga perlu dilakukan asesmen untuk memverifikasi kebenarannya,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Menurut Laily, tim gabungan dari BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep masih berada di lapangan untuk melakukan verifikasi. Bahkan, pada Sabtu (18/10/2025), tim PUTR dijadwalkan kembali berangkat ke lokasi terdampak gempa.
“Besok, tim dari DPUTR masih akan ke sana untuk melanjutkan asesmen,” jelasnya.
Ia menuturkan, medan yang berat dan keterbatasan alat transportasi menjadi tantangan utama petugas di lapangan. “Sebagian tim harus berjalan kaki untuk menjangkau lokasi, karena akses jalan sulit dilalui kendaraan,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya masa tanggap darurat yang berlangsung selama 14 hari, kini fokus BPBD beralih ke tahap pemulihan. Pada fase ini, bantuan fisik dari pemerintah mulai dapat disalurkan kepada warga terdampak.
“Mulai saat ini bantuan fisik sudah bisa masuk. Kami juga sedang melakukan rapat koordinasi untuk mempercepat proses pemulihan,” tandas Laily.
Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Sumenep pada Selasa (30/9) pukul 23.49 WIB. BMKG mencatat pusat gempa berada di 7,25 Lintang Selatan dan 114,22 Bujur Timur, dengan kedalaman 11 kilometer. Meski tidak berpotensi tsunami, getarannya dirasakan kuat di sebagian besar wilayah Sumenep, membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
Pasca peristiwa tersebut, BMKG mencatat setidaknya terjadi 192 kali gempa susulan. Guncangan terbaru terjadi pada Senin (13/10) pukul 14.10 WIB dengan magnitudo 5,0, berjarak sekitar 47 kilometer tenggara Sumenep dengan kedalaman 14 kilometer.













