BeritaPendidikan

Mahasiswa KKN UA Sulap Limbah Tembakau Jadi Briket Ramah Lingkungan, Warga Banban Terinspirasi

Avatar
1461
×

Mahasiswa KKN UA Sulap Limbah Tembakau Jadi Briket Ramah Lingkungan, Warga Banban Terinspirasi

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN UA Sulap Limbah Tembakau Jadi Briket Ramah Lingkungan, Warga Banban Terinspirasi

Mediapribumi.id, Pamekasan — Suasana Balai Desa Banban, Kecamatan Pakong, siang itu terasa berbeda. Puluhan warga, mulai dari petani, ibu rumah tangga hingga pemuda desa, berkumpul dengan penuh rasa penasaran. Mereka menghadiri pelatihan unik yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA): mengolah limbah batang tembakau menjadi briket ramah lingkungan.

Di halaman balai desa, sejumlah mahasiswa tampak sibuk menata ember, cetakan, dan ayakan sederhana. Tak ada yang mewah, namun semangat besar mereka jelas terpancar. Limbah batang tembakau yang biasanya dibuang atau dibakar percuma, hari itu disulap menjadi energi alternatif bernilai ekonomis.

“Selama ini, kalau musim panen selesai, batang tembakau cuma jadi tumpukan sampah. Dibakar pun malah bikin polusi,” ungkap seorang warga, Zaini.

Melihat kondisi tersebut, para mahasiswa merasa terpanggil. Mereka memperkenalkan cara mengolah batang tembakau yang digiling halus, dicampur perekat alami, lalu dicetak hingga menjadi briket padat dan tahan lama.

Warga tampak antusias. Anak-anak muda mencoba menggiling batang tembakau, sementara para bapak berebut melihat proses pencetakan briket. Ibu-ibu pun membayangkan manfaat praktisnya.

“Kalau bisa jadi bahan bakar, kita tidak perlu beli arang atau kayu bakar lagi,” celetuk seorang ibu, Fatimah.

Kekaguman juga datang dari seorang petani, Adi, ia menilai briket tembakau memiliki aroma lebih lembut dibanding pembakaran biasa.

“Saya tidak menyangka, ternyata briket ini tidak berbau menyengat. Ini sangat membantu, limbah tembakau kini bisa jadi sesuatu yang berguna,” ujarnya.

Kepala Desa Banban, Ahmad Hasin mengapresiasi inovasi mahasiswa KKN. Menurutnya, ide tersebut tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru.

“Kami sangat berterima kasih. Ini bisa menjadi titik awal perubahan bagi desa kami,” katanya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa KKN, Moh. Solihin berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa setiap limbah punya potensi. Batang tembakau yang dianggap sampah ternyata bisa menjadi energi alternatif,” ujarnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep