Mediapribumi.id, Sumenep — Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) menjadi salah satu garda terdepan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa, sehingga profesionalisme pengelolaanya menjadi penentu keberhasilan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus berupaya untuk meningkatkan profesionalisme BUMDesa, salah satunya melalui Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan BUMDesa Berbasis Aplikasi di De Baghraf Hotel Sumenep selama dua hari mulai 12 hingga 13 Maret 2025.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif Desa (PUEKD) DPMD Sumenep, Fadholi menjelaskan pelatihan ini sebagai penguatan kompetensi pelaporan keuangan BUMDesa yang profesional.
“Setelah pelatihan semua pengurus BUMDesa ini akan diberikan secara berkelanjutan hingga profesional,” jelasnya.
Tenaga Ahli Klinik BUMDesa DPMD Provinsi Jawa Timur, Novi Hendra Wiraman mengatakan, untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi di desa BUMDesa harus profesional.
Salah satu indikator profesional adalah leporan keuangannya dilakukan secara akuntabel, dan pelatihan ini menjadi salah satu upaya mendorong akuntabilitas tersebut.
“Pengurus BUMDesa harus memiliki pola pikir yang profesional dalam mengelola khususnya keuangannya,” katanya.
Setelah pengelolanya profesional, juga harus melakukan pengimbasan ke desa-desa yang ada di sekitar sehingga nantinya bisa bertumbuh secara bersama-sama.
Pemerintah desa (Pemdes) lanjut Novi juga menjadi penentu pertumbuhan di desanya. Hal ini membutuhkan sinergitas antar sektor yang ada di desa tersebut.
Dia menuturkan, ada tiga pilar pertumbuhan ekonomi desa, yakni pemdes, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan BUMDesa.
“Ketiga pilar ini harus sinergis untuk mewujdukan kemajuan dan kesejahteraan desa,” tegasnya.Tenaga Ahli Klinik BUMDesa DPMD Provinsi Jawa Timur, Novi Hendra Wiraman













