BeritaLingkungan

Mahasiswa UM Sulap Sampah Plastik Jadi Ikon Desa Dapenda Sumenep

Avatar
×

Mahasiswa UM Sulap Sampah Plastik Jadi Ikon Desa Dapenda Sumenep

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UM Sulap Sampah Plastik Jadi Ikon Desa Dapenda Sumenep
Ikon Desa Dapenda Sumenep Hasil Mahasiswa UM Malang.

Mediapribumi.id, Sumenep — Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program Bakti Bhinneka Mahasiswa (BBM) menciptakan ikon Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, dari bahan dasar ecobrick. Karya ini menjadi bagian dari program bertajuk Save Our Shore yang berupaya mengatasi persoalan sampah plastik di kawasan pesisir.

Program tersebut berlangsung selama periode 29 Juni hingga 16 Juli di Desa Dapenda. Sampah plastik yang digunakan untuk membuat ikon desa dikumpulkan dari kegiatan bersih-bersih pantai serta hasil pengumpulan sampah warga sekitar.

Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, ditambah kebiasaan membuang sampah sembarangan, menyebabkan penumpukan sampah plastik yang mencemari lingkungan pantai. Kondisi ini tidak hanya mengganggu keindahan kawasan pesisir, tetapi juga berdampak pada kelestarian ekosistem laut serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir tersebut.

Berangkat dari persoalan itu, mahasiswa UM BBM Desa Dapenda menginisiasi program Save Our Shore sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir. Salah satu hasil program ini adalah pemanfaatan botol bekas menjadi ikon desa berbahan dasar ecobrick.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai justru bisa diolah menjadi karya bermanfaat sekaligus simbol kepedulian terhadap lingkungan,” ujar HUMAS UM BBM Desa Dapenda 2026, Riska Ayu Sastiya, Kamis (23/07/2026).

Mahasiswa UM Sulap Sampah Plastik Jadi Ikon Desa Dapenda Sumenep
Ikon Desa Dapenda Sumenep Hasil Mahasiswa UM Malang.

Ecobrick adalah metode pengelolaan sampah plastik dengan memadatkan limbah plastik bersih ke dalam botol bekas hingga padat dan kuat. Botol-botol tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi sederhana yang ramah lingkungan.

Proses pembuatan ikon Desa Dapenda dari ecobrick dilakukan melalui lima tahap:

1. Membersihkan botol bekas air mineral hingga siap digunakan.

2. Memasukkan sampah plastik yang telah dibersihkan ke dalam botol menggunakan tongkat hingga padat.

3. Menutup rapat botol yang sudah terisi penuh menggunakan tutup botol.

4. Menyusun seluruh ecobrick pada rangka setiap huruf ikon desa sesuai tempatnya.

5. Merekatkan setiap ecobrick menggunakan lem hingga membentuk satu kesatuan yang kokoh menyerupai desain ikon desa.

Bantu kami agar selalu hadir di halaman pencarian Anda. Klik tombol di samping untuk memprioritaskan artikel dari kami!

Jadikan Sumber Pilihan
Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *