BeritaPemerintahan

Langkah Nyata Pemerataan Pembangunan di Sumenep, Listrik Gili Raja Kini Menyala 12 Jam Sehari

Avatar
844
×

Langkah Nyata Pemerataan Pembangunan di Sumenep, Listrik Gili Raja Kini Menyala 12 Jam Sehari

Sebarkan artikel ini
Langkah Nyata Pemerataan Pembangunan di Sumenep, Listrik Gili Raja Kini Menyala 12 Jam Sehari
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, meresmikan dan meninjau PLN di Pulau Gili Raja.

Mediapribumi.id, Sumenep — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan. Salah satu wujud nyata dari upaya ini adalah peningkatan jam layanan listrik di Pulau Gili Raja dari enam jam menjadi 12 jam per hari.

Langkah strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Sumenep dan PLN UP3 Madura. Perubahan layanan tersebut secara resmi diberlakukan sejak 12 Mei 2025 dan mencakup seluruh desa di Gili Raja, yakni Banmaleng, Banbaru, Jeteh, dan Lombang.

Peresmian layanan dilakukan langsung di PLTD Gili Raja, Senin (26/05/2025), dan dihadiri Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim bersama jajaran manajemen PLN.

Dalam sambutannya, Wabup Sumenep menyebut peningkatan jam nyala listrik sebagai bagian dari program 100 hari kerja Bupati Sumenep.

“Ini bukan sekadar soal listrik, tapi wujud kehadiran negara di wilayah kepulauan. Insya Allah, ini jadi awal dari pembangunan infrastruktur yang lebih menyeluruh,” tegas Imam Hasyim.

Selain kelistrikan, Imam juga menyebut beberapa program lanjutan yang akan segera menyusul, seperti perbaikan jalan, pembangunan dermaga, hingga pemenuhan air bersih.

Saat ini, satu unit tandon air telah disediakan untuk operasional PLTD dan ke depan direncanakan dibangun saluran air permanen.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, menegaskan bahwa perluasan jam layanan di Gili Raja adalah bentuk nyata dari misi PLN untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di kepulauan.

“Gili Raja kini mendapat layanan listrik dari pukul 17.00 hingga 05.00 WIB. Ini masih tahap awal, karena target jangka panjangnya adalah layanan 24 jam penuh,” jelas Fahmi.

Fahmi juga menyampaikan bahwa pengembangan layanan kelistrikan masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan genset dan pasokan BBM. Namun pihaknya terus berkoordinasi dengan PLN Pusat dan Pemkab untuk mencari solusi terbaik.

Lebih jauh, listrik yang menyala lebih lama diharapkan dapat memberi dampak positif bagi sektor pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik. Baik Pemkab maupun PLN berharap masyarakat turut menjaga fasilitas yang telah tersedia demi kelancaran operasional ke depan.

“Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau PLN saja. Keterlibatan aktif warga sangat penting agar semua ini berjalan berkelanjutan,” tutup Fahmi.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep