Perspektif

Garis Malam dan Keadaannya

Avatar
67
×

Garis Malam dan Keadaannya

Sebarkan artikel ini

Malam, bantu aku memeluk gelap tanpa harus merasa hilang. Sunyi, tenangkan aku dari riuh yang tak pernah benar-benar pergi. Tuhan, dekatkan aku kepada-Mu, sebab hanya pada-Mu segala resah menemukan rumahnya.

Ada kebingungan yang tumbuh diam-diam di dada, seperti kabut yang perlahan menelan jalan pulang. Aku berjalan, tetapi seakan tak benar-benar tahu ke mana kaki ini diarahkan.

Banyak suara memanggil, banyak harapan menuntut, namun hatiku justru semakin jauh dari tenang. Aku lelah menjadi kuat di hadapan dunia, sementara di dalam diri ada rapuh yang tak sempat kuakui.

Kadang aku bertanya, apakah ini benar-benar aku? Atau hanya bayangan dari ekspektasi yang terus mengikat?
Malam ini, aku ingin jujur pada diri sendiri. Bahwa aku takut tersesat. Bahwa aku tak ingin kebingungan ini menenggelamkanku lebih dalam, hingga aku lupa bagaimana caranya percaya.

Tuhan, jika langkahku goyah, genggam aku.
Jika pikiranku keruh, jernihkan aku. Jika hatiku menjauh, panggil aku kembali.
Sebab aku ingin tetap menjadi diriku yang percaya bahwa setelah gelap, selalu ada cahaya yang menunggu untuk ditemukan.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep