Mediapribumi.id, Sumenep — Dua sekolah di Sumenep melaksanakan pembelajaran secara dalam jaringan (Daring) untuk melakukan antisipasi keterlibatan siswa dalam aksi demonstrasi yang belakangan memanasa di berbagai daerah.
Dua sekolah itu diantaranya Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sumenep dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sumenep.
Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Budi Sulistyo menjelaskan kedua sekolah tersebut melaksanakan Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) secara daring karena berdekatan dengan titik unjuk rasa.
Hal ini dilakukan berdasarkan Surat Edaran Sekjend Kemndikbud dan Nota Dinas Disdik Provinsi Jawa Timur. Kemudian Cabdin Wilayah Sumenep melakukan rapat koordinasi bersama kepala sekolah.
Hasilnya, Cabdin Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep mengeluarkan Nota Dinas dengan berisi 8 point:
1. Kegaitan belajar dilaksanakan secara luring seperti biasa
2. Membaca doa/Istigasah sebelum KBM dimulai
3. Orang Tua Memantau keberadaan anak setelah KBM
4. Kegiatan KBM dilaksanakan dengan penialain sebagaimana mestinya
5. Bagi siswa yang daring harus menggunakan goole maps
6. SMA/SMK swasta mengadakan kegiatan seperti biasa yakni tatap muka
7. Siswa yang PKL ke industri atau kentempat lainnya adalah tanggungjawab instansi setempat jika diliburkan harus memberitahukan kepada sekolah dan ditarik oleh sekolah
8. SMA/SMK Negeri yang berdekatan dengan titik unjuk rasa maka melaksanakan KBM secara daring.
“Sehingga dua sekolah tersebut yakni SMAN 1 Sumenep yang dekat dengan Mapolres dan SMKN 1 Sumenep yang berdekatan dengan kantor DPRD Sumenep melaksanakan KBM secara daring,” ujar Budi kepada media ini. Senin (01/09/2025).
KBM daring ini dilaksanakan sejak Hari Senin (01/09/2025) hingga situasi dan kondisi sudah mereda, kemudian kembali dilaksanakan secara luring.
Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi para pelajar agar tidak terprovokasi untuk ikut aksi unjuk rasa yang rawan terjadi anarkisme.
“Karena emosi siswa masih labil dan mudah terprovokasi untuk ikut unjuk rasa. Jangan sampai anak-anak kita terprovokasi,” pungkasnya.













