Mediapribumi.id, Sumenep — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, memimpin langsung kegiatan pendampingan pelaksanaan program ketahanan pangan di Pendopo Kecamatan Kepulauan Sapeken, Selasa (15/4/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 11 Kepala Desa dan Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari seluruh desa di Kecamatan Sapeken. Tujuan utama kegiatan ini, adalah untuk memastikan bahwa program ketahanan pangan yang dibiayai dari Dana Desa (DD) benar-benar dijalankan secara maksimal dan tepat sasaran.
“Dana Desa yang dialokasikan 20 persen untuk ketahanan pangan harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” kata Anwar Syahroni Yusuf.

Dalam sesi pendampingan, Kepala DPMD turut menverifikasi usulan-usulan program ketahanan pangan dari masing-masing desa. Ia menekankan pentingnya kesesuaian antara rencana, dan pelaksanaan, agar hasil yang dicapai bisa optimal dan berkelanjutan.
Ketahanan pangan sendiri, adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan bergizi, serta didukung oleh akses dan distribusi yang merata.
“Khusus di Kecamatan Sapeken, sudah ada 1 Desa melaksanakan program ketahanan pangan, yakni Desa Sepanjang. Sedangkan 10 Desa lainnya, masih proses pengusulan,” ujarnya.
Program ini menjadi salah satu fokus pemerintah desa, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah kepulauan seperti Sapeken yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
“Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi merupakan investasi jangka panjang bagi kehidupan masyarakat desa. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menjadi tulang punggung ekonomi lokal,” ungkapnya.
Pendampingan ini, juga menjadi forum diskusi dan evaluasi yang diharapkan dapat melahirkan sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan Dinas PMD dalam menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan di wilayah kepulauan.
“Tidak hanya pengembangan unit usaha BUMDes, kami juga perkuat pengelolaannya. Kolaborasi lain dengan Bank BPRS Bhakti Sumekar untuk pembuatan rekening khusus ketahanan pangan, agar transparansi dan keluar masuknya anggaran bisa ditracking,” tuturnya.













