Mediapribumi.id, Sumenep — Isu pergantian Ketua DPD Partai Golkar Sumenep, Moh. Lukmanul Hakim, tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan publik dan internal partai.
Namun, sang ketua akhirnya angkat bicara dan membantah keras kabar tersebut. Hakim menyebut isu itu hanya spekulasi liar yang beredar.
“Saya nggak tahu siapa yang bikin isu itu. Namanya media sosial, kadang ada asumsi-asumsi liar,” tegasnya kepada wartawan. Senin (12/05/2025).
Menjabat sebagai ketua sejak 2021, Kiai Hakim menekankan bahwa kondisi internal Golkar Sumenep tetap dalam keadaan solid, meski partainya gagal meraih kursi dalam Pemilu 2024.
“Gagal dapat kursi bukan berarti kita pecah. Tetap solid. Kalau ada isu calon dari bawah, itu orang-orang tidak bertanggung jawab,” ujarnya dengan nada tegas.
Terkait Musyawarah Daerah (Musda), Lukman menyatakan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan wewenang penuh dari DPD Golkar Jawa Timur dan DPP Golkar.
“Waktunya nanti kita tunggu dari DPD Jatim. Kita tetap berkoordinasi,” tambahnya.
Di sisi lain, pengamat politik dari Universitas Wiraraja, Wildan Rasaili, menganggap mencuatnya isu ini merupakan bagian dari dinamika organisasi menyusul rotasi di tubuh DPD Golkar Jatim.
“Ini soal momentum dan evaluasi organisasi. Figur baru harus bukan hanya populer, tapi juga kuat secara struktural,” ujar Wildan.
Diketahui, Moh. Lukmanul Hakim saat ini masih tercatat sebagai Ketua DPD Golkar Sumenep sejak tahun 2022 dengan Nomor Keputusan Kepengurusan Partai: Skep-107/DPD I/PG/VII/2022.













