BeritaPendidikan

Dosen dan Mahasiswa UMM Bersama Ibu-Ibu Rumah Tangga Lakukan Praktek Ekonomi Sirkuler

Avatar
759
×

Dosen dan Mahasiswa UMM Bersama Ibu-Ibu Rumah Tangga Lakukan Praktek Ekonomi Sirkuler

Sebarkan artikel ini
Dosen dan Mahasiswa UMM Bersama Ibu-Ibu Rumah Tangga Lakukan Praktek Ekonomi Sirkuler

Mediapribumi.id, Malang — Masalah sampah rumah tangga di perkotaan masih menjadi persoalan besar yang perlu ditangani secara serius. Data menunjukkan, jumlah sampah anorganik yang sulit terurai di Kota Malang mencapai 39 persen. Dari angka tersebut, plastik menjadi penyumbang dominan, terutama botol bekas makanan dan minuman serta tas kain. Kondisi inilah yang mendorong sekelompok dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk bergerak mencari solusi.

Berawal dari keprihatinan terhadap persoalan sampah plastik, tiga dosen UMM yakni Fithri Mufriantie, SP., MP., Nur Ocvanny Amir, SP., MP., dan Prof. Dr. Ir. Jabal Tarik Ibrahim, M.Si membentuk Tim Pengabdian Masyarakat. Mereka berfokus mengurangi jenis sampah plastik di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Kendalsari, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Kami ingin sampah plastik tidak hanya berakhir di tempat pembuangan, tapi juga bisa memberi nilai tambah. Salah satunya melalui pemanfaatan untuk media tanam,” ujar Fithri Mufriantie saat memberikan pelatihan.

Latih Ibu-Ibu PKK

Tim pengabdian ini melatih ibu-ibu PKK di lingkungan Kendalsari agar lebih peduli lingkungan sekaligus produktif. Sebanyak 25 orang anggota PKK mengikuti pelatihan yang berlangsung di area perempatan gang setempat. Mereka dilatih memanfaatkan botol bekas makanan dan minuman serta tas kain menjadi wadah tanam untuk komoditas sayuran.

“Jenis tanaman yang ditanam antara lain lombok, terong, tomat, bayam, dan kangkung. Semua benih dan bibit sudah kami siapkan. Bahkan kami juga menyiapkan sentra pembibitan agar keberlanjutan program ini tetap terjaga,” jelas Nur Ocvanny Amir.

Hasil tanaman dari pelatihan ini boleh dibawa pulang setiap peserta. Untuk menjaga keberhasilan budidaya, tim juga membuat demonstrasi plot di lokasi strategis yang mudah dilihat warga. Bibit tambahan disediakan gratis jika peserta membutuhkan penyulaman atau ingin menambah koleksi tanamannya di rumah.

Dukungan dan Antusias Peserta

Kegiatan ini ternyata disambut hangat oleh para ibu rumah tangga. Sri Hastuti, selaku Ketua RT sekaligus peserta, mengaku pelatihan tersebut sangat membantu mengurangi sampah plastik di rumahnya.

“Selama proses ini berlangsung, sampah plastik bekas makanan dan minuman serta tas kain di rumah kami habis bersih. Semua bisa dimanfaatkan sebagai wadah tanam,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini bukan hanya tentang mengelola sampah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga. “Kami merasa terbantu karena bisa menanam sayuran sendiri. Setidaknya, kebutuhan dapur harian bisa tercukupi,” lanjut Sri Hastuti.

Hal serupa disampaikan Tjuk Oetari, peserta lain yang menjadi semakin bersemangat untuk menambah koleksi tanamannya. “Saya meminta tambahan beberapa tanaman dan media tanam. Rasanya ingin melengkapi berbagai komoditas yang sudah ada di rumah,” ujarnya penuh antusias.

Tidak berhenti di situ, tim pengabdian juga memberikan satu paket tanaman dalam galon bekas air kemasan kepada seorang ibu peserta yang sehari-hari berjualan rujak. Tanaman yang diberikan berupa lombok, tomat, dan terong. “Bisa langsung dimanfaatkan untuk usaha dagangan. Jadi tidak hanya hemat biaya, tapi juga lebih segar hasil panennya,” jelas Prof Jabal Tarik Ibrahim.

Semangat Gotong Royong

Kebersamaan juga terasa dari peserta lain. Soenarti, seorang nenek dengan beberapa cucu, merasa senang karena koleksi tanamannya semakin bertambah. “Saya memang suka bunga dan tanaman buah. Setelah ikut kegiatan ini, sayuran saya jadi lebih banyak dan rasanya teman bertani saya bertambah di lingkungan sekitar,” katanya dengan wajah riang.

Menurut Tim Pengabdian Masyarakat UMM, keberhasilan program ini juga tidak lepas dari semangat gotong royong warga. Mereka saling membantu dalam mengumpulkan sampah plastik, menyiapkan media tanam, hingga merawat tanaman bersama. “Kami melihat antusiasme yang luar biasa. Inilah yang kami harapkan, agar masyarakat bisa terus bergerak secara mandiri,” tambah Nur Ocvanny.

Pelatihan Pupuk Organik

Selain memanfaatkan sampah plastik sebagai media tanam, ibu-ibu PKK juga mendapat pelatihan membuat pupuk organik cair (POC). Bahan yang digunakan berasal dari limbah dapur, seperti kulit buah, sayuran, dan air leri.

“Dengan pupuk organik cair, kita bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Selain lebih ramah lingkungan, biaya produksi juga jadi lebih murah,” terang Fithri.

Harapannya, praktek ekonomi sirkuler melalui pemanfaatan sampah rumah tangga ini bisa terus berkembang. Ekonomi sirkuler adalah konsep memanfaatkan limbah agar kembali masuk ke dalam siklus produksi, sehingga tidak terbuang percuma. Dalam konteks ini, sampah rumah tangga diubah menjadi sumber daya yang berguna untuk pertanian organik perkotaan.

Harapan ke Depan

Kegiatan pengabdian masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemendiktisaintek. Dukungan tersebut memungkinkan tim UMM untuk tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan.

“Kami tidak ingin berhenti di satu kali pelatihan saja. Pasca kegiatan, tim masih siap memberikan konsultasi budidaya, bahkan membantu mengorganisir kebutuhan sampah plastik yang akan digunakan. Jadi keberlanjutan program lebih terjamin,” ungkap Prof Jabal Tarik Ibrahim.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Kendalsari tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman nyata bagaimana sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Lebih dari itu, kegiatan ini memperkuat ketahanan pangan rumah tangga di tengah tantangan urbanisasi.

“Kalau kita bisa memanfaatkan sampah untuk menanam, artinya kita sudah ikut menjaga lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Harapannya, praktik ini bisa menjadi contoh untuk lingkungan lain di Kota Malang,” tutup Fithri.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep