BeritaPendidikan

Annuqayah Lubangsa Putri Raih Juara Umum Sukarabic Fest VIII Tingkat Asia Tenggara

Avatar
712
×

Annuqayah Lubangsa Putri Raih Juara Umum Sukarabic Fest VIII Tingkat Asia Tenggara

Sebarkan artikel ini
Annuqayah Lubangsa Putri Raih Juara Umum Sukarabic Fest VIII Tingkat Asia Tenggara

Mediapribumi.id, Yogyakarta — Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Putri kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Pesantren yang berpusat di Guluk-Guluk, Sumenep ini sukses mempertahankan gelar Juara Umum Tingkat Asia Tenggara dalam ajang Sukarabic Fest VIII yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Lebih istimewa, trofi Juara Umum pada perhelatan tahun ini diserahkan langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Kompetisi bergengsi tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (11/9/2025) hingga Sabtu (13/9/2025).

Prestasi ini sekaligus mempertegas konsistensi Annuqayah Lubangsa Putri dalam bidang Bahasa Arab, setelah sebelumnya juga meraih Juara Umum pada tahun 2018, 2019, 2023, dan 2024.

Dalam ajang tersebut, para santri Lubangsa Putri berhasil meraih sejumlah penghargaan, di antaranya:

1. Essay Bahasa Arab: Rosyidah Dzatil Basyiri (Juara 1), Raihanah Rahman (Harapan 3)

2. Puisi Bahasa Arab: Atnawiyah (Juara 2), Choirun Nisa’ (Peringkat 7)

3. Menyanyi Bahasa Arab: Nur Diana (Juara 2), Zainatul Widad (Harapan 1)

4. Ekspresi Cerita Bahasa Arab: Silmi Abidah Kamilia (Juara 3), Kaukabud Durriyah (Harapan 1)

5. Debat Bahasa Arab: Syati’ul Jannah & Khatimatul Husna (Quarter final), Ulfatul Aluf & Afdhalul Mutanadzir (Best Speaker)

6. Pidato Bahasa Arab (Siswa): Shoimah (Harapan 1), Syifa Indana Hasani (Harapan 2)

7. Pidato Bahasa Arab (Mahasiswa): Mamluatut Tartila (Peringkat 9), Nur Zakiyatul Khairoh (Peringkat 13)

8. Baca Kitab: Ulul Maghfiroh (Peringkat 14), Unsyah (Peringkat 18).

Ketua pengurus pesantren, Ustazah Faizatin, menegaskan bahwa prestasi ini lahir dari sinergi seluruh elemen pesantren.

“Gelar Juara Umum ini adalah bukti dari tekunnya santri, konsistennya guru membimbing, dukungan orang tua, serta pendampingan alumni. Semua saling melengkapi, sehingga prestasi ini bisa terwujud,” ungkapnya.

Menurutnya, strategi dalam perlombaan bukan hanya soal meraih piala, melainkan bagaimana santri menumbuhkan mental juara dan semangat kompetisi yang sehat.

“Esensi dari perlombaan ini adalah proses belajar. Kemenangan hanyalah bonus,” tambahnya.

Salah satu peraih Juara 1 Essay Bahasa Arab, Rosyidah Dzatil Basyiri, menyebut bahwa kemenangan ini adalah buah pengorbanan.

“Ketika kita bertekad untuk sesuatu, maka kita juga harus siap berkorban. Itu harga yang harus dibayar,” ujarnya.

Sementara itu, Ulfatul Aluf, yang dinobatkan sebagai Best Speaker lomba debat, menekankan pentingnya komitmen untuk tidak menyerah.

“Saya percaya setiap sesuatu yang terjadi pasti ada hikmahnya. Tuhan lebih tahu kapan waktu terbaik bagi kita,” tuturnya.

Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Jadi Sumenep