Mediapribumi.id, Sumenep — UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumenep menyelenggarakan empat program pelatihan berbasis kompetensi tahap I yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Kamis (22/01/2026).
Empat jenis pelatihan tersebut meliputi Barista Cafe, Tata Kecantikan Merias Wajah, Teknisi Perawatan AC Residential, serta Pembuatan Roti dan Kue A.1.
Kepala UPT BLK Kabupaten Sumenep, Agus Budiyono, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan dasar masyarakat di bidang masing-masing.
“Dengan memiliki keterampilan, para peserta bisa membuka usaha sendiri dan menambah penghasilan,” ujar Agus dikutip dari web Pemkab Sumenep.
Agus menambahkan, pelatihan ini sekaligus menjadi upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan keterampilan masyarakat. Terlebih, proses pendaftaran dinilai cukup mudah dan tidak membebani calon peserta.
Menurutnya, syarat mengikuti pelatihan hanya menunjukkan KTP dan ijazah. Sementara bagi warga yang belum memiliki ijazah, cukup membawa surat pengantar dari kepala desa. Selain itu, BLK Sumenep juga membuka peluang bagi peserta disabilitas untuk mengikuti pelatihan sesuai jurusan yang diminati.
“Kami tetap membuka peluang bagi siapa saja yang ingin memiliki keterampilan, termasuk dari kalangan disabilitas tetap kami utamakan,” tegasnya.
Setiap jurusan diikuti oleh 16 peserta. Adapun durasi pelatihan Barista dan Pembuatan Roti berlangsung 18 hari, sedangkan Tata Kecantikan dan Teknisi Perawatan AC berlangsung 30 hari.
Peserta pelatihan mendapatkan sejumlah fasilitas berupa uang transport, seragam, alat tulis (ATK), modul pelatihan, makan siang, serta sertifikat dari UPT BLK Sumenep. Selain itu, peserta yang dinyatakan lulus akan menerima sertifikasi BNSP sesuai bidang masing-masing.













