Mediapribumi.id, Sumenep — Upaya menanamkan kesadaran hidup sehat sejak usia dini terus dilakukan melalui kegiatan study visit siswa kelas 4 Fathimah International Elementary School (FIES) Sumenep melalui kegiatan study visit siswa kelas 4 ke Baghraf Health Care (BHC), Senin (18/05/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Dari Sekolah Sehat, Tumbuh Generasi Kuat” itu berlangsung penuh semangat dan antusiasme dari para siswa.
Kedatangan rombongan siswa disambut langsung Direktur Pelayanan Medis RS BHC dr. Eko Wahyu Agustin, MM., bersama Manajer Humas dan Marketing RS BHC Titut Chandra Rahesti serta sejumlah dokter dan tenaga kesehatan lainnya.
Dalam sambutannya, dr. Eko menyampaikan apresiasi atas kunjungan edukatif tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk mengenalkan dunia kesehatan kepada anak-anak sejak dini.
“Kami menyambut baik kunjungan adik-adik siswa FIES ke RS BHC. Selain mendapatkan sosialisasi, para siswa juga diajak berkeliling untuk mengenal alat-alat medis hingga ambulans,” katanya.
Principal FIES Sumenep, Rate Seftinindias Dwi Kumala, menjelaskan bahwa kegiatan study visit ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual agar siswa lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan diri maupun lingkungan sekolah.
Menurutnya, para siswa diajak mengenali perbedaan perilaku hidup sehat dan tidak sehat beserta dampaknya terhadap kesehatan tubuh dan lingkungan sekitar.
Selama kegiatan berlangsung, dokter dan perawat RS BHC memberikan edukasi mengenai berbagai kebiasaan hidup sehat, mulai dari cara mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan diri, menerapkan pola makan sehat, hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Para tenaga kesehatan juga menjelaskan bahwa lingkungan yang bersih dan tertata memiliki peran besar dalam menciptakan suasana belajar yang sehat dan nyaman bagi siswa.
Tidak hanya menerima materi, para siswa turut mengikuti demonstrasi hidup bersih dan sehat yang dipandu langsung oleh tenaga kesehatan. Suasana semakin interaktif ketika siswa diberikan kesempatan berdialog dan bertanya langsung kepada dokter serta perawat mengenai berbagai hal seputar kesehatan.
Selain itu, siswa juga diajak melakukan observasi lingkungan sehat di area rumah sakit guna melihat secara langsung penerapan kebersihan dan penataan lingkungan yang mendukung kesehatan bersama.
Rate Seftinindias menilai pengalaman belajar di luar kelas tersebut memberikan manfaat besar bagi perkembangan pengetahuan dan karakter siswa.
“Melalui pengalaman langsung di lingkungan rumah sakit, siswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga pengalaman berharga tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini,” ungkapnya.













