Mediapribumi.id, Aku masih seperti yang dulu, duduk di sudut warung dengan secangkir kopi hitam yang asapnya menari di antara kenangan. Tak banyak yang berubah, waktu boleh lewat, suasana boleh berbeda, tapi rasa itu tetap pekat di lidah dan dalam ingatan.
Konsistensi bukan perkara mudah, tapi aku percaya, yang setia tak akan kalah oleh zaman. Seperti caraku menyeduh pagi dan menutup senja: selalu dengan kopi, selalu dengan hati yang sama.
Banyak hal datang dan pergi, tapi aku tetap di sini. Dengan langkah yang tak ingin mengejar dunia, melainkan merawat makna. Karena bagiku, menjadi yang dulu bukan tentang menolak perubahan, tapi menjaga apa yang benar-benar berharga.













